Pengalaman pertama menjadi seorang qc inspector

- PENGALAMAN MENJADI QC - Awal penulis menjadi seorang qc inspector hanyalah satu kebetulan saja, karena tidak terbiasa duduk manis di kantor berkutat dengan PC dan telephone akhirnya bertahan selama 3 minggu bekerja sebaga purchasing staff. Singkat cerita setelah puluhan amplop lamaran kerja terkirim (maklum dulu e mail masih barang langka) akhirnya ada satu panggilan interview menanti. Penulis sampai lupa lowongan kerja apa yang di apply waktu itu.


Melalui proses yang tidak panjang dan belibet akhrnya penulis masuk ke tempat kerja baru yakni satu kantor perwakilan perusahaan mebel/Furniture terbesar di Amrik dengan posisi sebagai QC furniture. Satu minggu berjalan mulai banyak pengalaman baru yg didapat, satu hal yang paing tidak terlupakan yakni pembekalan oleh sang Senior yang hampir membuat putus asa dan berhenti di tengah jalan. 

Pelajaran yang paling menyenangkan yakni belajar masalah warna pada produk furniture, "Warna laci nakas mu kemerahan", kicau senior, merah yang mana??? penulis bingung setengah mati n senior berlalu tanpa memberi arahan apapun. Ya, lambat laun belajar dari banyak pihak akhirnya penulis mulai memahami apa warna secara garis besar dalam dunia mebel, dan tentu saja solusi mengatasi perbedaan warna antara swatch dengan warna produksi. 

Mendapat kesempatan belajar menjadikan penulis tidak mau berlama lama tercebur dalam kubangan yang tidak pasti, dan akhirnya menemukan lahan baru tempat bernaung. He he he

Apa sih QC Inspector???

APA ITU QC INSPECTOR 

Banyak orang awam yang mungkin bertanya, apa sih kerjaan seorang QC Inspector?? Oke secara singkat saya jelaskan seorang inspector biasanya terbagi atas 2 jenis product yang dihandle ada QC Softline dan QC Hardline.
QC Softline : produk yang di handle garment, apparel atau tekstil
QC Hardline : produk yang dihandle sepatu, furniture, handycraft, ada juga yang lebih spesifik misalnya barang elektronik, mobil, dsb. Kebanyakan seorang QC bekerja pada perusahaan2 asing (buyer) atau trading company, dan perusahaan yang memang mengkhususkan diri pada testing atau QC services, macam BV, Intertek, SGS dll. 


Untuk perusahaan lokal dulu yang sempat booming waktu program ISO awal awal berjalan yaitu Surveyor Indonesia, Sucofindo, dll. Secara umum pekerjaan seorang Inspector yakni mengecek dan memastikan apakah suatu produk yang akan dikirim ke customer (buyer) memenuhi standar seperti yang diingingkan oleh pembeli. Dengan kata lain QC inspector memegang peranan penting dalam proses supply chain antara produsen dan konsumen. 


Pada era tahun 90 an, itulah era dimana Inspector QC mengalami masa masa kejayaan dimana export Indonesia lagi booming. Hal ini yang menjadikan profesi ini menjadi sesuatu yang mahal dan "unique" bagi sebagian kalangan tertentu. Di saat inilah dan mungkin sampai sekarang menimbulkan sisi sisi gelap dari pekerjaan seorang QC. To be continued....

Jenuh

Baru minggu depan ada satu booking inspect di luar pulau seperti biasanya, tempo hari dapat kabar dari FM factory mau diajak Factory Director ke Malaysia untuk NoBaR GP Oktober depan, sayang gue gak punya pasport maklum inspector lokalan. Laen kali aja ya boz, mentahannya jg boleh. Ngareeeepp wk wk

Low Season



Bulan bulan seperti ini seperti tahun lalu tiap hari kerjaan hanya nongkrong di kantor, menunggu jam bel berbunyi, dan yang pasti tidak ada uang tambahan masuk ke dompet ana.

Artikel Unggulan

PENGHASILAN 100$ PERTAMA DARI PROPELLER ADS

Transfer Propellerads ke akun Paypal saya Sebagai seorang blogger tidak munafik bahwa tujuan saya adalah memonetisasi blog milik saya. ...

DMCA

DMCA