Suatu pagi di busway

 - SUATU PAGI DI BUSWAY - 

Pagi ini seperti biasa ada pekerjaan di daerah Cakung, orang pabrik sengaja aku suruh jemput di UKI cawang supaya lebih cepat sedangkan aq sendiri naik busway koridor 9 dari depan kantor. Ah rupanya busway kalo sekitar jam 9 pagi sudah agak sepi penumpang nya, tapi aq kurang beruntung awalnya karena tidak kebagian kursi juga, Hingga akhirnya kebagian juga waktu di halte Semanggi.

Dari awal gua sebenarnya sudah memperhatikan penumpang satu ini, entah dia habis ronda malem atau begadang ama isteri ngepel rumah nya yang habis kebanjiran, yang pasti ibu ibu disebelahnya udah dibuat risih karena sandaran kepalanya dan mungkin bau rambut nya yang lepek kena air hujan hehehe yang pasti kantuknya berat sekali seberat beban hidupnya week wek .

Eee ternyata kursi sebelahnya yang ditempati ibu ibu itu ditinggal dan dengan terpaksa gua dudukin daripada encok kambuh karena berdiri terlalu lama. Dan benar saja giliran aku yang kena musibah dengkuran dan sandaran bapak bapak itu, terbukti belum sampai 3 menit, rambutnya yang dah beruban dan kasar bagai sapu ijuk menyandar dengan tenang si bahuku, beberapa saat kutahan kesabaranku habis juga, pelahan kuangkat bahuku dan sesaat bapak itu sadar dan kepala nya tegak lagi, eee anjrit belum sampai 10 detik, balik lagi. 

Mana persis di kursi seberang dua atau mungkin 3 orang ABG sedang ngobrol asyik, kalo dilihat dari gestur dan gerak tubuh nya pasti cabe cabean nih, keduanya cowok, satunya body atletis kulit putih berbulu tapi waduh pake lip gloss mas bro, sedang satunya kurus kulit bersih n gaya bicaranya dah menyiratkan pada sosok O... hehehe. Sampai di halte pancoran barat kursi dibelakang ada dua yg kosong, dan dengan bahagia kutinggalkan tiga orang itu yang asyik dengan dunianya masing masing. Itulah sekelumit pengalaman saya  suatu pagi di busway.

Wajah Kereta Api Indonesia Sekarang dan Masa Lalu

Kereta api ekonomi AC melintas di stasiun Cirebon Prujakan

Lima tahun mungkin bukan waktu yang lama bagi sebagian orang. Tapi mungkin dalam kurun waktu tersebut banyak cerita dan pengalaman yang dapat kita ambil hikmah didalamnya. Sudah lebih dari lima tahun pula kutinggalkan anak dan isteriku di Surabaya guna merantau di Jakarta. Pada awalnya hanya sebulan sekali saja aku bisa bertemu dengan mereka, naik pesawat terbang tentunya tidak karena gaji yang masih pas-pasan. 

Tentu saja naik kereta api yang jadi pilihan utamaku, kelas bisnis lah yang kupilih daripada kelas eksekutif yang harganya mencekik leher pas akhir pekan, atau bukan juga kelas ekonomi yang waktu itu aku belum tahu kenyamanan dan lika liku didalamnya.

Sebenarnya ada dua pilihan kereta api yakni lewat jalur selatan dan jalur utara dari Jakarta ke Surabaya dan begitu pula sebaliknya. Dinamakan kereta jalur Utara karena setelah lepas dari Cirebon kereta akan lurus langsung melewati tepi pantai utara pulau Jawa melalui kota Tegal, Pekalongan, Semarang, Cepu, Bojonegoro dan Surabaya. 

Untuk jalur Selatan setelah sampai Cirebon kereta akan berbelok ke arah pantai Selatan dari kota Purwokerto terus ke Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta kemudian berbelok ke kota Solo, Madiun, Jombang dan Surabaya. Untuk rangkaian KA (Kereta Api) jalur selatan ada GBM (gaya baru malam) kelas ekonomi dan KA Bima untuk kelas eksekutif, dan akhir tahun 2014 ada KA Jayabaya yang baru saja dilaunching.

Sedangkan untuk jalur Utara ada KA Kertajaya kelas ekonomi, KA Gumarang (bisnis dan exe), Sembrani (exe), dan Argo Bromo Anggrek (Exe). Namun seiring dengan perjalanan waktu akhirnya kucoba juga untuk naik KA ekonomi, harga tiket yang terjangkau menjadi alasan mengapa kelas ini dipilih banyak orang. Saat itu tahun 2010 tiket KA ekonomi untuk tujuan Surabaya dari Jakarta dan sebaliknya masih di kisaran angka 40 ribuan. Murah memang dibanding tiket bisnis yang pada akhir pekan bisa mencapai 185 sampai 200 ribuan.


Suasana dalam gerbong KA Kertajaya Ekonomi AC

Mulailah aku coba berburu untuk mendapatkan tiket tersebut setiap akhir pekan, tidaklah mudah mencari tiket pada waktu itu karena memang belum dijual online seperti saat ini. Di stasiun Pasar Senen sering saya dilihat papan pengumuman bahwa tiket ekonomi bisa dibeli H-7 sebelum keberangkatan, namun sesekali saja kalo nasib lagi baik kita bisa dapatkan. 

Padahal di calo yang banyak berkeliaran, tiket kita bisa dapatkan waktu itu dengan harga 60 sampai 75 ribu rupiah. Alhasil setiap Jumat pagi saya mesti antri di stasiun untuk keberangkatan sore harinya dan Minggu pagi antri di stasiun Pasar Turi untuk keberangkatan balik. 

Dari menunggu antrian minggu ke minggu bulan ke bulan akhirnya banyak kudapat teman dan pengalaman baru, dari situ kita bisa bergantian antri tiap minggunya. Dan ternyata yang menjalani kehidupan seperti saya "Penglaju atau PJKA" banyak sekali jumlahnya bisa ratusan. Lebih banyak lagi untuk relasi Solo dan Yogyakarta. 

Sekarang sudah hampir 5 tahun kujalani setiap akhir pekanku di gerbong kereta, banyak juga teman yang sudah "LULUS" diwisuda dari KA Kertajaya kalo saya boleh pinjam istilah teman teman. Pak J misalnya pegawai PLN sudah dimutasi ke Surabaya, Mas E pegawai asuransi juga dimutasi karena kantornya membuka cabang baru di Surabaya, sedangkan Pak E yang saya sendiri belum jelas apa profesinya namun beliau paham betul tentang aviation dan penerbangan memutuskan untuk memboyong istrinya ke Curug karena anak anak beliau sudah besar dan mandiri untuk ditinggal sendiri di Surabaya. 

Kini saya merasa sendirian karena sekarang saya jarang pulang rutin dengan KA yang sama, namun sejak 2 tahun yang lalu banyak perubahan di sistem perkeretaan apian kita. Tiket lebih mudah didapat dimanapun dan kapanpun, namun tetap saja untuk tiket kelas ekonomi harus berebutan jauh jauh hari. Kereta lebih menjadi lebih bersahabat dan manusiawi karena tidak ada lagi orang yang tidur dalam toilet dan sambungan gerbong kereta. Para penumpang gelap kereta pun sekarang hampir tidak saya temui keberadaannya.

Penumpang bisa lebih nyaman tidur karena tak ada lagi hiruk pikuk asongan, hingga mereka bisa tidur dan bermimpi bertemu keluarga sejenak melupakan kepenatan hidup di ibukota. Pak Jo saya salut dengan kinerja anda selama ini membawa PT KAI menjadi lebih baik dan mudah mudahan dengan jabatan anda yang baru anda tidak melupakan kami kami ini para Penglaju "Pulang Jumat Kembali Ahad" yang coba bertahan hidup di ibukota demi anak istri di lain kota.

Turbulensi, emergency exit dan seat favorit


Naik pesawat terbang, ah itu mungkin bukan sekedar impian sekarang bagi banyak orang. Di negara kita mungkin menjadi pasar terbesar untuk low cost airlines karena bentuk negara kita kepulauan dan tentu saja jumlah penduduk yang besar. Saya mungkin termasuk pengguna setia low cost airline,s ini dikarenakan tuntutan pekerjaan dan tentunya masalah budgeting hehehe. Dalam satu minggu bisa saja saya terbang 3 kali PP jadi paling tidak banyak hal menarik yang bisa saya bagikan. 

Hal yang pertama yakni emergency exit seat row, pesawat terbang yang dipakai maskapai ini sampai saat ini adalah tipe 900 dan 800 ER, untuk yang 900ER ada 3 row seat favorit yang letaknya tentunya di emergency exit door dan windows, yakni di seat 20 dan 21, serta row 30 di posisi belakang dan seat 31 di no A dan F, seat ini menjadi favorit banyak penumpang untuk perjalanan jauh karena jarak antar seat lebih longgar dibandingkan seat lainnya. Namun tentunya perlu datang cek in lebih awal untuk mendapatkannya. Di maskapai lainnya bahkan untuk mendapatkannya kita dikenakan tambahan biaya untuk dapat duduk di kursi ini. 

Topik yang kedua adalah seat favorit di pesawat terbang, bagi kebanyakan orang Indonesia bisa keluar dengan cepat dari pesawat adalah satu keharusan apalagi bagi yang banyak barang bawaan maka seat terdepan dan paling belakang adalah jadi pilihan. Namun khusus untuk seat belakang hal yang mesti kita perhatikan adalah karena dekat dengan toilet maka efek bau adalah kendalanya. 

Saya dulu senang memilih kursi paling belakang di pesawat namun sekarang tidak karena sering waktu terjadi turbulensi efeknya paling terasa pada penumpang yang duduk di seat belakang dan tidak begitu terasa untuk seat depan dan di tengah. 

Topik terakhir adalah turbulensi udara, bagi yang belum pernah mengalami hal ini tentunya akan menjadi efek yang menakutkan, namun jika kita pandai memilih posisi seat maka efek tersebut tidak terlalu berdampak. Saran saya untuk menghindari efek turbulensi tersebut ada baiknya jangan memilih seat yang terlalu belakang yakni diatas no 20. Mudah mudahan bermanfaat, terimakasih.

Gaji QC Inspector (part 2)


GAJI QC INSPECTOR


Waktu saya lihat log yang masuk ke blog saya ternyata entri ini dilihat oleh banyak orang, berarti banyak yang tertarik dengan tulisan saya atau hanya sekedar pengen tahu. Tapi yang pasti mungkin banyak teman sesama QC yang membaca entri saya untuk komparasi gajinya. Well, dengan kenaikan harga BBM di akhir tahun ini banyak teman sesama profesi yang menghendaki kenaikan gaji yang signifikan untuk dapat memenuhi standar kebutuhan hidupnya. 

Sebagai bahan perbandingan saja di tempat saya bekerja standar yang dipakai yang pertama tentunya performa kerja dan yang kedua ada nilai inflasi negara pada akhir tahun. Untuk standar yang pertama nilai kenaikan yang diberikan paling besar adalah 10% dari gaji kecuali ada kenaikan grade. Sedangkan jika standar yang kedua dipakai maka paling besar nilai inflasi adalah 7%.

Dengan asumsi GAJI QC BUYER BARU sekarang adalah diatas Lima Juta Rupiah per bulan, maka kenaikan yang diterima adalah 500 ribu rupiah. Jika dibandingkan dengan UMR yang dituntut buruh di kota besar selain Jakarta yakni berkisar 2.5-2.7 juta rupiah. Maka gaji qc buyer masih dua kali lipat nya.

Namun yang perlu diperhatikan adalah gaji qc rata rata telah all in karena tidak ada tambahan dari uang lembur. Ya paling tidak kita yang memiliki profesi yang sama berharap bahwa orang menghargai pekerjaan kita tentunya dengan memberikan upah yang layak bagi kita tentunya.

Harapan saya semoga teman teman dapat meningkatkan skill dan kemampuan lainnya terutama bahasa inggris menjelang pasar bebas ASEAN pada tahun depan. Tentunya kita tak ingin stag pada satu tahapan saja, wajar rasanya jika kita mengharapkan sesuatu yang lebih.

Jam Karet

Sumber: kaskus.co.id
Orang yang paling berjasa dalam hidup kita adalah orang tua, harus kita akui bahwa orang tua memiliki peranan yang penting di setiap aspek pertumbuhan anak. Tidak salah pepatah bahwa buah apel kalau jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Banyak hal baik yang kudapat dari almarhum ayahku tercinta, dari sekian banyak mungkin salah satu diantaranya adalah masalah disiplin waktu dan kebersihan. 

Ayahku mengajarkan bagaimana menghargai orang lain dengan selalu menghadiri hajatan tetangga maupun rapat di kampung sebelum waktu undangan yang ditentukan sang empunya hajat. Karena katanya kalau kita datang sebelum atau tepat waktu maka acara bisa akan segera dimulai maka acara akan cepat selesai juga sebelum larut malam. Memang hal itu kelihatan sepele tapi sangat berharga kelak bagi kehidupan saya. Setelah dewasa dan mempunyai kenalan banyak orang dari banyak kalangan dan negara, memang orang kita kurang disiplin dalam menghargai waktu.

Sering kali waktu pergi ke luar kota dan pihak pabrik menyediakan mobil jemputan terlambat tanpa ada pemberitahuan, mungkin kalo 5 sampai 10 menit bisa ditolelir tapi kalo lebih dari itu sering aku tinggal dan memilih untuk naik taxi sendiri. Dan kalo sudah begitu kejadiannya maka pihak pabrik akan lebih berhati hati dan menyiapkan mobil jemputan mereka sesuai dengan waktu yang kita sepakati. Sekian dulu dari saya, iseng iseng posting karena menunggu delay penerbangan..... JAM KARET....

AQL antara Random inspek dan 100% inspek

RANDOM INSPEKSI - Dalam dunia per QC an kalo bisa saya sebut baik itu dari pihak manufaktur ataupun dari pihak buyer (QC sebagai perwakilannya) ada dua model inspeksi yang biasa digunakan yakni RANDOM dan 100% inspeksi. Memang ada kelebihan dan kekurangan diantara keduanya) secara singkat akan coba saya jelaskan seperti di bawah ini.

Random Inspek: Yakni model pengecekan dengan memakai sistem sampling dari banyaknya lot atau batch (banyak barang pada satu proses produksi), yang sering dipakai biasanya jumlah barang dalam satu PO (purchase order). Dimana dalam prosesnya yang sering kita gunakan yakni AQL table dengan berbagai level pengecekan dan berbagai spesial sampling. 
AQL TABEL SAMPLE SIZE

Bisa saya berikan contoh bagaimana membaca AQL tabel diatas, misalkan kita akan mengecek suatu produk dengan jumlah 2000 pcs dengan menggunakan level I dan AQL 1.5 Major serta 4.0 minor, maka cara pembacaan tabelnya adalah sebagai berikut.

1. Kita cari lot size sampling 2000 berada pada kotak hitam yang telah saya tandai, maka sample size yang harus kita ambil adalah bernilai H, jangan lupa melihat level yang dipakai, ditandai dengan I, II, III, S1,S2, S3 yang terdpat pada kolom diatas.
2. Selanjutnya kita turun pada tabel dibawah ini kita cari sample size H, yakni 50 pc. Ini berarti produk dengan jumlah 2000 pc, hanya butuh 50 pc untuk kita inspek.
3. Bagaimana suatu produk dinyatakan PASS pada pengecekan diatas dengan menggunakan AQL 1.5 Major serta 4.0 minor, maka kita lihat pada sample size 50, kita tarik gurus dan pada AQL 1.5 nilai Acceptnya adalah 2 dan pada AQL 4.0 nilai Rejectnya adalah 5.
Ini berarti pada akhir pengecekan bobot defect yang kita temukan nilai nya tidak boleh melebihi 2 defect Major dan 5 defect Minor.

Sebagai contoh: 
Bila ditemukan defect berbobot 1 Major dan 3 minor maka Random Inspeksi yang kita lakukan hasilnya adalah PASS.
Namun bila ditemukan defect Major sebanyak 3 dan 1 minor defect maka hasil inspeksinya adalah FAIL.

AQL TABEL INSPECTION LEVEL

Secara gampang dapat dijelaskan bahwa tidak semua lot dalam satu produksi kita cek semua melainkan di cek berdasarkan sampling pada AQL table, dan jika ditemukan defect atau cacat pada barang melebihi batas yang ditentukan maka lot tersebut akan rejek dengan kata lain harus dicek ulang satu persatu atau 100% inspek. Pengecekan random ini memiliki kelebihan pada waktu yang diperlukan tentunya lebih pendek daripada sistem inspek 100%. Namun kelemahannya adalah tidak semua lot pada satu proses terwakili oleh sampling yang kita ambil. 

Sedangkan pengertian dari 100% Inspeksi, yakni pengecekan semua barang dalam satu lot, ini tentunya memakan banyak waktu dalam proses produksi namun sistem ini menjamin produk memiliki kualitas yang sangat baik karena semua barang melalui proses inspeksi.

Perbedaan QC dan QA



Perbedaan QC dan QA

Pertanyaan mendasar yang sering ditanyakan oleh banyak orang adalah apa sih perbedaan mendasar antara QC dan QA. Paling gampang sih enaknya bilang bedanya ada di huruf belakang aja, C berarti Control dan A berarti Assurance. Hal itu dapat dibenarkan juga, namun secara gampang dapat kita artikan bahwa seorang QC lebih condong untuk dimasukkan ke dalam istilah checker, jadi hanya memiliki tugas mengecek suatu product apakah sesuai tidak dengan standar baku mutu ato tidak, sedangkan seorang QA memiliki cakupan yang lebih luas karena harus menguasai semua lini proses produksi barang walaupun pada kenyataan memang tidaklah demikian. Karena seorang QA adalah bertugas menjamin kualitas serta semua proses produksi berjalan sesuai dengan standard acuan.  

Dulu waktu awal belajar menjadi seorang QC bidang yang saya geluti adalah meubel atau bahasa kerennya furniture. Saking awamnya waktu itu, sempat terbesit keinginan untuk keluar saja dari pekerjaan tersebut dan cari bidang pekerjaan yang lain. Apalagi dulu QC senior saya galaknya minta ampun. Mulai belajar dari awal justru lebih banyak tentang warna sebuah produk furniture dan cacat produksi, saya sempat bingung plus geleng geleng kepala waktu belajar apa itu warna dasar, cacat warna, warna mati dll. Bagi orang awam mungkin tidak banyak yang tahu tentang hal itu, saya sering senyum sendiri kalau teringat hal tersebut. 

Seiring dengan waktu dan pengalaman serta belajar dari banyak sumber kini pengetahuan tentang langkah langkah awal produksi, mulai dari persiapan raw material sampai proses packaging akhir dapat saya mengerti walaupun tidak semua lini dengan baik saya ketahui. Saya belajar banyak dari teman teman, senior, orang orang produksi di pabrik tentang semua hal. Tapi ada untuk dunia mebel saya teringat pesan dari teman sekaligus senior saya yang sekarang sudah "PENSIUN" dari dunia QC dan mengabdikan dirinya menjadi seorang guru. 

Bahwasanya produk yang baik bisa didapat dari rangkaian proses yang benar, namun pada saat kepepet dengan jadwal shipment ato container, seorang QC harus bisa menempatkan dirinya di posisi sebagai seorang pembeli yang awam, dengan kata lain kacamata yang dipakai waktu mengecek produk adalah kacamata pembeli dimana kalo kita melihat barang tersebut sebagai orang awam akankah kita akan protes atau tidak senang akan produk tersebut. Jika sebagai seorang awam kita tidak melihat adanya cacat pada produk tersebut maka ya sudah kita loloskan saja barang tersebut karena ke depan setelah baramg tersebut sampai di tangan konsumen tidak akan timbul masalah yang signifikan. Bersambung...........

Flying Milleage

Ada satu hal pasti yang masih dan tak pernah kulupa dalam hidupku yakni kata kata almarhum ayahku. Dulu semasa aku masih sekolah beliau pernah sekali dalam seumur hidupnya naik pesawat terbang ke Jakarta untuk urusan kantornya. Dan setelah pulang ia pun berkata kepadaku, kamu sekolah yang pinter ya dan belajar berbahasa Inggris Nak, agar kelak kamu dapat naik pesawat terbang tanpa bayar karena dibayar oleh perusahaan. Ahh rupanya kata kata ayahku juga merupakan doa bagi aku anaknya. Meskipun aku hanya pegawai biasa namun karena profesiku menuntut untuk bepergian dari satu ke kota lain maka bepergian dengan pesawat terbang sekarang merupakan rutinitas bagiku tiap minggu. Bisa jadi dalam satu minggu aku bisa 3 kali (PP) dari Jakarta ke kota lain dan sebaliknya, ini berarti dalam satu minggu aku bisa terbang sampai dengan 6 kali. Woow, mungkin banyak orang yang tidak percaya, namun dengan banyaknya low cost airlines sekarang dan mobilitas menuntut kita hal itu bukanlah suatu kemustahilan. Dulu waktu di perusahaan yang lama kita selalu terbang dengan maskapai plat merah milik pemerintah, namun di perusahaan yang sekarang dengan alasan budgeting hal itu tidak bisa kunikmati lagi. Dulu dengan adanya program Milleage dari maskapai tersebut dalam satu tahun aku bisa dapat tiket gratis pulang pergi dari maskapai tersebut. Ahh andai kata maskapai yang satu ini punya program yang sama tentunya aku bisa dapat lebih dari satu tiket pulang pergi dalam satu tahun.

Durian Di Pesawat

- DURIAN DI PESAWAT - 

Mungkin sudah agak basi kuposting pengalamanku kali ini. Kurang lebih 5 hari yang lalu, seperti biasa ada jadwal inspek ke Medan. Kupikir tidak ada kejadian yang istimewa pada saat itu, flight sebelumku sudah ada announced untuk naik pesawat, tapi pas boarding time untuk flightku ternyata belum ada panggilan. 

Padahal menurut pengalamanku selama 4 tahun terbang bersama flight dan nomer penerbangan yang sama jarang sekali terlambat. Hingga ada announced dari CS menyebutkan bahwa penerbangan ditunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan karena adanya letusan gunung Sinabung, waduh bahaya dan bisa jadi panjang nih urusan karena aku harus pulang balik dari kota yang sama jam setengah 7 malam. 

Singkat cerita ternyata penerbangan ditunda hanya satu jam saja dan tepat jam 8 pagi flight berangkat dari Jakarta ke Medan. Selama di Medan cuman satu hal yang ada dipikiranku mudah mudahan penerbangan balik nanti malam ke Jakarta tidak ada hambatan, ternyata dugaanku meleset, flight transit dari Aceh untuk terbang lanjutan ke Jakarta ternyata sudah landed di Medan jam 6 sore, wah bisa nyampe Jakarta agak sorean nih pikirku. 

Eee, namun di luar dugaanku sampai jam 7 malam belum ada panggilan untuk boarding padahal pesawat udah standby. Wah, pasti ada yang gak beres nih. Ya sudahlah kunikmati aja, syukurlah jam setengah 8 malam ada panggilan boarding, namun ketika semua penumpang sudah naik pesawat ada keganjilan yang terasa, hmmmm bau durian Medan sampai ke dalam kabin pesawat, ada beberapa penumpang yang komplain ke awak pesawat, dan awak menjelaskan memang pesawat sedang memuat durian di bagasi bawah. 

Kebetulan aku duduk di dekat jendela, jadi kutahu pasti memang ada proses loading durian, 4 koli durian booook. Anda bisa bayangkan sekitar 4 koli durian ada di bagasi bawah pesawat. Banyak penumpang yang protes, namun apa mau di kata tidak ada tanggapan memuaskan dari pramugari.  Ya, itulah di Indonesia kadang hak hak konsumen banyak yang terkorbankan dan tidak dihargai. Tidak hanya di pelayanan transportasi namun di semua sisi bidang jasa dan konsumeritas. 

Saya teringat cerita salah seorang teman yang kebetulan sering ke Amerika karena kebetulan dia seorang marketing manajer, dia bercerita bahwa disana seseorang bisa dengan sangat mudah mengembalikan barang yang dia beli ke toko tempat dia berbelanja kalo dia merasa tidak cocok atau ada cacat pada barang hanya dengan menunjukkan bon pembelian dan selama tag barang belum dicopot. Coba kalo disini, bisa anda bayangkan sendiri......

Penghasilan Tambahan

Alhamdulillah sudah lebih dari satu tahun kujalani pekerjaan sambilan sebagai freelancer, dulu mungkin aku mungkin tidak pernah punya pemikiran bahwa ada kesempatan untuk memiliki penghasilan tambahan dari bidang yang kutekuni selama ini. 

Terima kasih mungkin kepada temanku yang membuka pola pikirku tentang adanya kesempatan itu. Keberuntungan mungkin berpihak padaku, berbekal pengalaman saja mungkin tidak cukup.


Kini setelah satu tahun berjalan dapat kunikmati hasilnya, ya walaupun pekerjaanku agak beresiko karena berbenturan dengan status sebagai full employment, tapi ya kita harus pandai mengatur jadwal agar tidak berbenturan. Kadang banyak orang tidak percaya, bahwa dalam satu hari bekerja aku bisa dapatkan penghasilan sebesar beberapa juta rupiah. 

Tapi ya terserah lah, toh aku yang membuktikannya sendiri. Sekali lagi aku percaya, bahwa dimana ada kesempatan disitu ada jalan.Dan kalau kesempatan itu tidak ada bisa kita ciptakan sendiri. Sekarang waktunya istirahat mas bro, besok pagi-pagi aku harus ke Medan untuk tugas ke kantor. Selamat malam

High Season

- HIGH SEASON - 

Sudah 3 minggu terakhir ini tenaga benar benar terkuras habis untuk inspect Chrismast season. Kamar kost hanya satu atau dua hari saja kutengok. Traveling kemana mana, airport, stasiun dan terminal tidak luput kukunjungi. Bukan hal yang aneh terbang 3 kali dalam satu minggu bahkan kalau sedang bercanda dengan teman, pak Bupati aja jam terbang jika dibandingkan dengan kita kita seorang inspector he he. Ya sudah dinikmati aja, sekarang waktunya bobok besok pagi lanjut terbang ke Medan setelah tadi pagi baru datang dari Solo. Horas bah...... Anak anakku sayang besok Jumat malem ayah pulang nak ke Surabaya, miss U all...

Antara Harapan dan Keinginan

Sumber: sugiartha26.wordpress.com
Capek tak terasa setelah menelepon istri di rumah menanyakan keadaan kedua anakku disana. Anakku yang buncit terkena flu kata istriku padahal baru 2 minggu lalu keluar dari rumah sakit akibat serangan infeksi paru-paru. Aku hanya bisa pasrah dan berdoa mudah mudahan keluagaku disana diberikan kesehatan dan ketabahan karena hidup berjauhan dengan ayah yang dicintai. 

Baru 2 jam yang lalu aku sampai setelah inspek di Sukabumi, 2 minggu berturut turut aku dapat order inspek di pabrik yang sama, dan barusan buka email minggu depan udah ada permintaan untuk minggu depan. Alhamdulillah ya Allah, beberapa ratus dollar masuk rekening tabungan bulan depan dan mudah mudahan cepat terwujud keinginanku untuk merenovasi rumah seperti harapan istriku, bukan untuk dimewahkan tapi memang bagian belakang rumahku memang sering bocor besar kalo hujan lagi deras. Nak dan sayangku doakan ayah disini ya.. I love u full :-)

QC Buyer Agent di Indonesia

QC Buyer Agent di Indonesia


Sekedar info aja bagi rekan rekan sesama QC, baik itu QC dari softline maupun hardline. Berikut adalah beberapa agent buyer ataupun buyer representative office yang ada di Indonesia. 
1. Intertek testing services indonesia 
2. BV Indonesia 
3. STR 
4. Sucofindo 
5. William E Connor 
6. Li&Fung 
7. Asia Inspection 
8. API 
9. JC Penny 
Yang tersebut diatas mempunyai banyak divisi inspeksi baik soft maupun hardline.

Sedang yang mengkhususkan hanya pada hardline seperti tersebut dibawah ini: 
1. Crate n Barrel 
2. Steinhoff 
3. BUT Sourcing 
4. SBN (Source by Net) 
5. IKEA 
6. Habufa 
7. Rooms to Go Furn. 
8. Basset Furn. 
9. Maitland Smith. 
10. WSI (William Sonoma Inc.) 
11. Outlook International. dll 
Lima nama terakhir merupakan agent buyer yang berdomisili di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Memang banyak pilihan bagi mereka yang menjatuhkan pilihan profesinya sebagai seorang QC, dari kesemuanya semua memiliki nilai lebih dan kekurangan masing-masing. Untuk agent buyer yang memiliki kantor pusat di Jakarta memang lebih menjanjikan dari segi salary dan fasilitas namun juga harus kita perhitungkan biaya hidup juga besar di ibukota. Namun juga saya sering miris dengan teman seprofesi yang ada di daerah karena minimnya fasilitas yang diterima, apalagi sekarang lagi musim yang namanya inspek 100%, apa gak rontok tuh yang namanya pinggang he he.

Tugas seorang QC Buyer "Furniture"

- TUGAS QC FURNITURE - 


Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, maka sedikit saya bagikan sedikit gambaran tugas dari QC buyer furniture. Biasanya tugas tersebut terbagi menjadi 3 bagian: 
1. Raw material check 
2. Inline production check (assembly,, sanding dan finishing) 
3. Final inspection check (packing dan visual check) 

Dulu ketiga bagian ini dilakukan sendiri oleh seorang QC, tapi pada akhir tahun 2010, ada trend di buyer agent atau buyer representative untuk menempatkan khusus QC mereka pada tiap tiap bagian proses tersebut. Ini dilakukan karena semakin meningkatnya standar kualitas dari buyer. Namun masih banyak juga agent buyer yang tidak secara khusus memperhatikan hal tersebut karena dianggap belum perlu. 

Akan saya jelaskan sedikit proses dari tiap bagian tersebut. 

1. RAW MATERIAL CHECK. Biasanya QC melakukan pengecekan material yang dipakai dalam proses produksi, baik itu material kayu maupun veneer. Biasanya hal yang perlu diperhatikan adalah MC (kadar air dalam kayu) serta proses kiln dry (pengeringan kayu) itu sendiri. Hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan bahwa material kayu sesuai dengan spek yang diminta dan memeriksa kadar air (MC/ moisture content) sesuai standard biasanya 8-16% untuk outdoor furniture dan 8-12% untuk indoor furniture. Pengecekan MC dilakukan dengan alat khusus yakni MC tester, biasanya ada dua yang umum digunakan yakni jenis tusuk dan surface.


2. INLINE PRODUCTION. Disini yang perlu mendapat perhatian adalah proses assembling dari produk (baik barang itu Knock Down, maupun built up). Sedang pada proses sanding perlu diperhatikan apakah penggunaan amplas gosok sesuai dengan step prosesnya, pada proses ini grade amplas yang dipakai biasanya 100-180. Dan yang terakhir proses finishing (pengecatan), perlu dicek apakah step step pada finishing sesuai dengan step panel yang telah ditentukan dan yang terpenting adalah warna produk sesuai dengan approval color yang ditetapkan. 

3. FINAL INSPECTION. Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah secara visual barang yang akan dipacking tidak ada defect didalamnya yang bisa menimbulkan klaim atau komen dari pembeli, dan apakah packaging dari produk sesuai dengan packaging step yang ada.

Gaji seorang QC Buyer

- BICARA GAJI QC DISINI - 

Gaji seorang QC Buyer / Inspector tahun 2016 mungkin bervariatif, namun bidang kerja yang satu ini memang agak unik dan spesifik dibanding bidang kerja yang lain. Karena lingkaran kerja bidang ini berkutat pada orang orang itu saja. Berikut ini kisaran gaji seorang QC buyer: 1. QC buyer furniture: 5-11 jt (Jkt, Sby) sedang untuk daerah lain (Jawa Tengah dan Barat) berkisar 3-5 jt, semuanya all in. 

Kecuali untuk buyer tertentu yang menyediakan uang transport/voucher taxi (spt LiFung ato William e Connor, ITS, BV, Target) 2. QC hardline (tidak spesifik pada satu macam product): 7-12 jt (kebanyakan base camp Jkt) tergantung pada masa kerja, fasilitas : (hotel untuk inspect luar kota, meal 60rb/hari, transport/voucher taxi) (spt Lifung, William E Connor, STR, ITS, BV, dll) 3. QC softline (garment/textile), kira kira sama seperti yg diterima oleh QC hardline. 

Tertarik untuk menjadi QC inspector?? Biasanya mereka dulu jebolan dari qc pabrik yang kemudian kenal dengan agent/buyer tertentu. Jarang sekali ditemui fresh graduate untuk bisa masuk ke bidang ini. Dari kerja yang dilakukan memang enak menjadi qc buyer tinggal tempel-tempel aja red arrow di product yang mempunyai defect, ato cari cari aja kesalahan orang pabrik beres dah.. tapi lebih dari itu pekerjaan ini sangat rawan dan kritis karena sekali kita berbuat kesalahan akan fatal akibatnya dan lingkaran kerja yang itu itu membuat rekam jejak kerja kita sangat mudah dikenali oleh rekan seprofesi.

Japre episode 2

- JAPRE EPISODE 2 - 

Menyambung pada bagian pertama JAPRE (Jatah Preman), suatu saat saya mendapat kesempatan untuk bergabung dengan agent besar yang kebetulan akan membuka kantor cabang di Surabaya, mungkin sebuah kebetulan atau sebuah anugerah akhirnya saya diberi kepercayaan untuk inspek barang kerajinan tangan di Bali, tidak butuh waktu lama untuk inspek barang barang kerajinan tangan karena produknya tidak rumit waktu itu seingat saya yakni sandal jepit yang dihiasi dengan manik manik dan lilin berbentuk bunga bunga. 

Setelah selesai inspek dan berpamitan pulang, manajer pabrik menitipkan dua amplop sambil berkata, Pak ini untuk bapak dan satunya untuk temen bapak Mrs. X. Mungkin karena tidak pernah menerima pemberian semacam itu, awal mulanya saya menolak dengan halus dan berkata balik "Pak maaf saya tidak diperbolehkan menerima pemberian apapun dari pabrik terkait dengan adanya kode etik dari perusahaan", namun dia balik berkilah "Pak hal semacam ini sudah biasa kita lakukan pada semua QC termasuk teman teman Bapak sebelumnya, ini bukan apa-apa Pak hanya sekedar untuk uang makan di airport nanti", akhirnya dengan hati bimbang saya terima pemberian JAPRE dari orang pabrik tersebut.

Dan sesampai di Surabaya baru saya buka amplop pemberian pabrik, beberapa ratus ribu rupiah lumayan lha untuk ukuran di tahun itu. Penulis hanya terngiang ucapan manajer pabrik "ini sudah biasa kita lakukan pada semua QC termasuk teman teman Bapak sebelumnya". Memang hal semacam itu sudah lumrah di dunia per QC-an apalagi di QC Buyer, tapi satu hal yang perlu kita cam kan adalah, "Jangan pernah meminta apapun dari pabrik, tapi kalo kita diberi ya apa boleh buat terima aja daripada mubadzir...... :-)

Budaya Japre (Jatah Preman)

JAPRE (JATAH PREMAN) -
Menjadi seorang QC apalagi QC Buyer adalah profesi yang bergengsi dan sangat menjanjikan. Baik dari segi materi dan fasilitas. Banyak dari QC yang menjalani profesinya secara baik dan adapula yang menjadi keblinger karena profesinya tersebut. Namun banyak modus QC yang tersamarkan "Gue gak pernah minta uang ke pabrik, tapi kalo container gue rilis, ya mestinya pabrik tahu diri lah". Japre (jatah preman) kalo bahasa prokemnya.

Pernyataan itu kucuplik dari rekan sesama QC. Ada lagi satu pernyataan, Jangan pernah minta imbalan apapun dari pabrik kalo barangnya kamu rijek, tapi jangan tolak pemberian mereka kalo barang kamu rilis. 

Mungkin pabrik pabrik di area Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat mungkin masih terbilang manis bagi "oknum QC" untuk meminta JAPRE, tapi coba kalo mereka ada di daerah  Jawa Timur, hhhm jangan diharap mas bro, terutama daerah terakhir yang saya sebut. Boro boro minta JAPRE, kadang air minum satu gelas ada gak akan keluar kalo kita gak minta

Saya masih ingat betul pada saat baru terjun menjadi QC, kebetulan waktu itu inspek di daerah pergudangan sekitar Surabaya, seorang temen QC dari buyer lain mengajak saya untuk makan siang bersama staff produksi pabrik.

Hari pertama sih belum ada masalah, pas hari kedua selesai makan kita berdua dihampiri "mungkin ibu kantin ya" lalu kita ditanya kerja di bagian produksi mana Mas? Spontan teman saya menjawab "kita QC buyer Bu!! Muka kita memerah malu karena dia menjawab di depan banyak orang pabrik, setahu saya QC buyer tidak mendapat bagian makan siang Mas!! 

Satu lagi kejadian yang tidak akan pernah saya lupa, waktu saya inspek di satu pabrik kecil sekitar Pasuruan, saya kira wajar saja kalo QC buyer ditempatkan oleh pihak pabrik di tempat yang layak "ber AC mungkin" dijamu dengan air putih dan makan siang, hingga pada saat saya keluar ruangan tempat saya membuat laporan inspek, saya bertemu dengan seseorang yang ternyata QC buyer juga yang anehnya dia tidak di tempatkan satu ruangan dengan saya, melainkan di ruang produksi, hingga dia berceloteh "Mas mas sampeyan enak dikasih ruangan ber AC, minum disediakan dapet makan siang, lha aku yang tiap hari kesini gak pernah dapat fasilitas macem itu.

Bersambung............

ADLOFT MEDIA

Advertising

Advertising

PROMO TARIF

PROMO TARIF

Popular Posts

Total Pageviews

Indoinspector. Powered by Blogger.

DMCA

DMCA