EDISI MALES NGE-BLOG

Sumber: GOOGLE

Seperti kebanyakan orang lainnya, setiap terkena masalah kita malas untuk menghadapinya dan cenderung untuk menghindar. Begitupun dengan saya, entah bagaimana nasib blog kesayangan ini ke depan karena efek dari GOOGLE SANDBOX yang begitu dahsyat mengakibatkan artikel artikel saya hilang dari mesin pencarian google.

Saya telah mencoba berbagai macam cara dari internet tentang bagaimana mengakhiri "hukuman" tersebut. Namun nyatanya sudah hampir 2 bulan ini tidak membuahkan hasil yang signifikan. Artikel saya yang berjumlah hampir 300 buah hanya terindex 14 biji saja sekarang. 

Begitu juga dengan jumlah tayangan per hari yang dulu bisa mencapai 2000 PV/hari kini hanya di kisaran 25-40 saja. Mengenaskan dan tidak adil kelihatannya. Ya, namun itulah kenyataan yang harus diterima. 

Saya mencoba mencari tahu dimana titik kelemahan saya sehingga GOOGLE dengan tiba tiba menjatuhkan hukumannya tersebut. Memang saya akui ada beberapa artikel yang isinya saya "COPAS" dari tetangga namun prosentase isinya kurang dari 50% selebihnya murni tulisan saya.

Tidak adil memang jika saya bandingkan dengan beberapa blog lain yang beredar di internet dengan isi yang hampir serupa semuanya namun aman aman saja. Tapi blog yang saya bangun dengan sepenuh hati ini justru yang terkena imbas akibat dari hal sepele saja. 

Ah, saya cuman bisa berdoa saja semoga hukuman ini cepat berlalu dan blog saya bisa kembali normal dan dikunjungi oleh "orang-orang" yang kebetulan suka dengan artikel yang saya buat.

[Updated setelah enam bulan berlalu blog saya akhirnya lepas dari kurungan GOOGLE SANDBOX, simak artikelnya disini]

Sekilas Melintas di Gelora 10 Nopember Surabaya



Siapa yang tidak kenal tempat atau lapangan ini, khususnya warga Surabaya. Kalau tidak tahu tempat ini khususnya warga asli Surabaya kebangetan sekali bro. Terletak di jalan Tambaksari, menurut Wikipedia tempat olahraga ini dibangun sekitar tahun 1951, sejak kecil sekitar tahun 80 an tempat ini sudah kokoh berdiri dan terkenal “angker” sebagai markas dari PERSEBAYA.

Dikenal dengan stadiun markas Persebaya dan berkumpulnya bonek bonek jika sedang mendukung tim kesayangannya berlaga. Saya sendiri hanya beberapa kali masuk ke stadion ini, di tahun 80 ketika ajang tinju lokal masih berjaya dengan petinju favorit saya yakni Hengki Gun. Dan pernah sekali saya menyaksikan secara langsung Persebaya beraksi di kandangnya.

Namun entah apa yang terjadi kini, semenjak kepengurusannya terpecah dan kemelut di tubuh kepengurusan sepak bola Indonesia tidak kunjung berakhir stadion ini sepi dari kegiatan. Namun kegagahan tempat ini masih nampak dari luar, lihat saja gambar emboss atau timbul di dinding dinding luar stadion masih bersih terawat.

Surabaya sebenarnya telah membangun stadion sepakbola baru yakni gelora Bung Tomo didaerah Benowo dekat dengan Gresik, namun akses menuju stadion baru tersebut saya pikir jauh dari jangkauan kebanyakan bonek karena terletak di pinggiran kota.

Kini Gelora 10 Nopember entah difungsikan untuk apa, mungkin untuk sekolah sekolah sepak bola, atau kegiatan lain di luar olahraga. Namun wajahnya tidak sekotor dulu, para pedagang kaki lima yang biasanya mangkal di depan stadion tidak terlalu banyak kelihatan sekarang, kecuali jika ada even atau pertandingan sepakbola yang digelar.

Sejenak Mengingat Artikel “Berapa Sih Penghasilan dan Mimpi Manis Tukang Ojek Online”

Driver Gojek mangkal di seberang RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta

Kurang lebih sebulan lalu satu blog kesayangan saya mengalami nasib “NAAS” karena SANDBOX dan DEINDEX oleh Google. Seluruh isi artikel dari blog saya tidak bisa di tampilkan oleh mesin pencari yang digunakan oleh mayoritas pengguna internet di dunia saat ini. Banyak artikel saya yang menjadi artikel teratas dan menghuni halaman pertama dari index google.

Salah satu artikel unggulan dari blog milik saya adalah tentang berapa penghasilan ojek online seperti GOJEK, GRAB dll dan mimpi mimpi manis para pengojek online. Artikel tersebut murni adalah tulisan saya yang inspirasi didapat dari teman teman kost saya waktu di Jakarta yang kebetulan profesinya adalah para pengojek Online.

Tidak kurang hampir 400-500 tayangan setiap harinya membaca artikel tersebut, entah apa yang mereka cari dari artikel saya. Mungkin apa yang saya tulis adalah berdasarkan kejadian nyata yang memang terjadi terhadap para pengojek online, baik itu suka maupun duka sehingga banyak pembaca yang menyukainya. Terakhir saya sempat lihat di dasbor blog saya angkanya sudah menembus di angka 25000 tayangan semenjak artikel itu dipublikasikan.

Dengan judul yang saya buat agak berbeda dan isi yang padat rupanya artikel saya tersebut mampu bersaing dengan artikel artikel sejenis, bahkan isi dari tulisan saya ada yang dikutip oleh blog lain. Bahkan ada yang membuat judul yang dimirip-miripkan dengan judul artikel saya. Satu kebanggaan buat saya khususnya karena artikel itu disukai dan dibaca banyak orang.

Menulis dan membuat artikel ternyata bukan hal yang sulit, nyatanya saya yang dulu tidak memiliki hobi menulis kini ketagihan rasanya jika tidak membuat satu artikel pendek setiap harinya. Momen dan peristiwa yang saya alami setiap hari selalu saya abadikan lewat beberapa jepretan di handphone saya untuk kemudian saya coba pikir dan tuliskan dalam sebuah catatan pendek perjalanan. Simak bagaimana cara saya menghasilkan uang lewat internet.



Sejenak di Pangkas Rambut Pinggir Jalan



Setiap orang tentunya ingin bergaya dan tampil dengan penampilan sebaik baiknya. Walaupun termasuk kebutuhan tersier namun rupanya kini bisa jadi kebutuhan merawat diri bisa jadi menjadi kebutuhan sekunder.

Salah satu diantaranya adalah memotong rambut. Di kota kota besar sekarang banyak terdapat salon salon kecantikan bagi pria dan wanita, begitu juga barber shop atau pangkas rambut. Namun keberadaan tempat pangkas rambut tradisional masih belum tergantikan. Biasanya tempat tempat yang mereka sewa berada di keramaian seperti dekat pasar. Dengan menyewa ruangan tidak lebih 2x3 meter dengan dua buah kursi potong biasanya mereka beroperasi. Dengan ciri khas poster berbagai macam jenis model rambut yang dipasang di dinding begitu juga mirror atau kaca besar yang dipasang didepan dan dibelakang kursi pelanggan.

Dengan peralatan yang sederhana seperti gunting rambut otomatis dan manual, handuk kecil, dan silet cukur dengaan ketrampilan yang dimiliki setiap pelanggan yang memendekkan rambutnya hanya butuh waktu kurang lebih 10 menit dapat terlayani. Di beberapa daerah seperti tempat saya Krian, Sidoarjo ada keunikan tersendiri yang ditawarkan yakni bonus pijat di pundak dan kepala selama kurang lebih 2 menit untuk membuat rileks otot otot.

Dengan tarif sekitar 8-10 ribu rupiah, saya yakin profesi tukang pangkas rambut tradisional ini cukup menjanjikan dengan penghasilan yang sebanding dengan UMR atau bahkan lebih. Anggap saja tukang potong mendapat pelanggan sebanyak 15 orang per hari maka penghasilannya adalah 120 ribu per hari. Berarti jika dibuat reratanya dalam satu bulan dia mendapat 4.2 juta rupiah penghasilan kotor. Dikurangi biaya sewa tempat dan listrik satu juta maka penghasilan tukang potong rambut pinggir jalan adalah 3.2 juta dalam sebulan. 

Melirik Sepinya Terminal Joyoboyo


Jauh sebelum terminal Bungurasih dibangun, saya teringat di sekitar tahun 1980 awal bahwa satu satunya terminal yang ada di Surabaya adalah terminal Joyoboyo. Setiap kali akan ke rumah kakek di Mojokerto, kita terlebih dahulu ke terminal Joyoboyo untuk naik bus antar kota.

Letak terminal Joyoboyo sendiri adalah di jalan Joyoboyo no 1, berada di depan Kali Wonokromo dan sangat dekat dengan Kebun Binatang Surabaya dulunya terminal ini sangat ramai oleh penumpang dan juga bus bus antar kota. Seingat saya bus bus antar kota yang dulu beroperasi di terminal ini adalah Surya Perdamaian, Sri Lestari, Hasti, Mila, Akas, Baruna, Hafana, Jawa Indah, Kalisari, dll. Namun sepertinya banyak dari bus yang saya sebut diatas telah gulung tikar.

Saya seperti kebanyakan terminal di saat itu, kesan ruwet, kumuh, becek, bau pesing itu yang masih ada diingatan. Namun kini setelah hampir lebih dari 30 tahun sekilas saya melihat ada banyak perubahan kecuali satu ikon khasnya yakni adanya tugu dengan kaleng biskuit diatasnya. Jika kita dari arah Wonokromo dan hendak ke Gunung Sari atau ke Raya Darmo terlihat jelas kantor pengelola Terminal dan papan tulisan Terminal Joyoboyo berdiri dengan gagah dan cantik.


Namun jika anda perhatikan dengan seksama, banyak sekali angkot yang berjejer manis dan teratur di luar terminal. Tidak ada nampak tanda-tanda bahwa angkot angkot tersebut menanti penumpang yang akan menaikinya.

Saya sempat berhenti sejenak di depan terminal, miris ternyata. Tidak banyak penumpang didalam terminal. Terminal yang sudah tertata rapi namun nyatanya fungsinya tidak maksimal. Wajah transportasi umum di negara kita memang aneh menurut saya, transportasi massal seakan tidak terurus, lalu lalang sepeda motor lebih banyak dijalan daripada angkot atau bus kota. 

Ini yang menyebabkan banyak terminal di Surabaya kelihatan sangat sepi dan tidak kelihatan ada aktifitasnya. Sebut saja terminal Bratang, Kenjeran, dan Joyoboyo itu sendiri.

"Artikel Blog Kena Sandbox atau De index Google" Bencana atau Berkah???

Sumber: thakkertech.com

Menjadi seorang blogger ternyata tidaklah mudah, hal ini saya alami sendiri beberapa hari yang lalu. Blog saya mulai stabil dengan pageview rata rata 2k/harinya. Hingga suatu pagi saya sedikit terkejut karena PV turun menjadi 1.5k. Saya pikir hal tersebut masih wajar. Namun setelah batas waktu pergantian hari dan penghitungan PV berakhir di dasbor blogger saya, tayangan pada blogspot saya tidak beranjak naik. Hingga saat tengah hari hanya puluhan PV saja. Padahal biasanya jumlah tayangan sudah mencapai ratusan.

Artikel saya beberapa biji menjadi first ranking di GOOGLE untuk keyword keyword tertentu. Penasaran akhirnya saya coba search di Google dengan keyword andalan saya yakni Penghasilan Gojek. dan eng ing eng Blog saya tidak ada di tempatnya bahkan tidak ada di halaman berapapun. Saya coba mencari dengan keyword lainnya untuk artikel yang berbeda ternyata hasilnya sama saja.

Akhirnya setelah coba cari tahu di Google tentang apa yang menimpa blog kesayangan saya ini ternyata terkena DEINDEX dan Sandbox. Hal ini mengakibatkan semua artikel saya akan hilang dari search engine Google, namun tidak search engine lain seperti BING dan YAHOO. Hal tersebut saya buktikan sendiri karena artikel saya masih dapat ditemukan oleh mesin pencari selain GOOGLE. 

Setelah 6 bulan lamanya berada dalam kurungan Google Sandbox akhirnya saya bisa bernafas lega karena blog kesayangan ini pulih seperti sediakala. Dan syukurlah dalam dua hari saja perfomance dan jumlah visitor setiap harinya meningkat dari sebelumnya. Baca "Pulih dari Google Sandbox"

Dari analisa mungkin penyebab blog ini di sandbox atau de index oleh Google karena iklan Bidvertiser yang sempat beberapa jam saya pasang. Iklan ini mungkin dianggap spam oleh Google sehingga menyebabkan hukuman dijatuhkan.
       
Dari informasi yang saya dapat baik dari Google sendiri, Wikipedia, dll ternyata baik itu Deindex maupun Google sandbox merupakan satu bentuk penalti atau hukuman terhadap situs yang melakukan pelanggaran berupa:
1. Copy paste artikel dari situs lain
2. Terdapat atau terindikasi ada spam pada blog tersebut
3. Terlalu sering atau over optimasi pada google submit url
4. Over keyword content pada artikelnya

Namun setelah sekian banyak artikel yang saya baca mengenai cara mengatasi penalti ini, pagi ini ada salah satu artikel dengan judul yang sangat berbeda dari yang lain yakni "Jangan Keluar Dari Google Sandbox" di artikel ini saya baca walaupun tidak secara detil namun intinya adalah memberikan semangat kepada blogger yang tertimpa masalah terhadap blognya agar tetap semangat dan pantang menyerah. 

(sumber: blog-seo-friendly-2013.blogspot.com/2013/.../jangan-keluar-dari-sandbox-google.ht...)

Kereta Api Singosari Ekspres


Kurang lebih sebulan yang lalu PT KAI meluncurkan layanan baru yakni kereta api Singosari Express dengan rute stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Malang dan sebaliknya. Kereta ini hanya memiliki satu jadwal keberangkatan setiap hari dari Surabaya ke Malang dan sebaliknya. Harga tiket KA Singosari Ekspress ini adalah Rp 40.000

Peluncuran KA baru ini adalah sebagai upaya pemenuhan transportasi nyaman yang aman dan murah, karena seperti kita ketahui setiap akhir pekannya kota Malang selalu dibanjiri warga dari Surabaya yang hendak berlibur. Kereta api dengan nama Singosari Ekspres mulai melayani masyarakat pada Jumat tanggal 19 Agustus  2016. Selama masa promo, KA ini hanya berjalan pada ahir pekan saja, yaitu khusus pada Jumat, Sabtu dan Minggu. Selanjutnya, pengoperasian KA tersebut akan dievaluasi dalam tiga bulan.

KA Singosari Ekspress dijadwalkan berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng pada jam 09.55 WIB, dan tiba di Stasiun Malang pada jam 12.01 WIB, serta kembali berangkat dari Stasiun Malang pada jam 13.15 WIB, dan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pada jam 15.14 WIB.

Rangkaian KA Singosari Ekspress ini merupakan KA idle dari KA Mutiara Selatan. Rangkaian KA Singosari terdiri dari 5 kereta kelas bisnis dengan jumlah tempat duduk sebanyak 320 tempat duduk. Masyarakat yang ingin memesan tiket KA Singosari Ekspress bisa memesan di loket Stasiun , Contact Center 121, aplikasi KAI  Access, internet reservation  dan  seluruh  channel eksternal   penjualan   tiket   KAI.

Pasar Hewan/Belehan Sapi Krian


Tadi malam saat si kecil rewel minta diajak jalan jalan,  saya akhirnya ajak dia ke Pasar Baru Krian. Bosen dengan situasi yang ada saya belokkan motor ke arah keramaian. Sedikit menyeberang nampaklah jajaran permainan anak anak macam mandi bola,  odong odong dengan lampu warna warni,  memancing ikan, dll.  

Sesaat saya sadar bahwa tempat ini dulunya adalah belehan sapi atau pasar hewan Krian. Dimana pada pagi harinya terdapat aktifitas jual beli hewan ternak macam kambing dan sapi. Sedangkan malam harinya daerah tersebut terkenal sebagai wilayah "HITAM " di Krian karena menjadi tempat prostitusi atau esek esek kelas bawah. Hal ini dimungkinkan karena tempat itu identik dengan wilayah kumuh,  dekat dengan stasiun Krian. 


Namun wajah suram daerah tersebut berubah,  tadi malam saya lihat selain dijadikan tempat keramaian pada malam hari ternyata dibangun juga taman cantik dan fasilitas pendukung lainnya seperti toilet,  gazebo kecil. Banyak anak anak kecil bermain skate board dan sepatu roda, kegembiraan terpancar dari wajah mereka karena hobinya tersalurkan. 

Mudah mudahan saja fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah tersebut dapat terus terjaga kerapian dan kebersihannya. Serta taman tersebut tidak menjadi objek bagi prostitusi dan hal negatif lainnya. Dan harapan ke depan Krian bisa menjadi daerah satelit bagi Kabupaten Sidoarjo.

Parkir? Antara Pungli, Sedekah atau Pajak

Parkir di tepi jalan

Sebenarnya saya malas menulis artikel ini, namun karena ini unek unek yang sudah menggumpal di otak dan pikiran mending ditulis saja. Sebenarnya pendapatan daerah dari objek yang satu ini bisa sangat besar jika dikelola dengan baik. Namun sepertinya sudah seperti mengurat dan mendaging di semua kota besar dan kabupaten masalah parkir ini sepertinya syarat dengan muatan korupsi, mafia dan lain lain.  

Memang tak ada bukti tertulis untuk menjerat pelakunya, mungkim karena banyak oknum atau lebih pantas saja saya sebut MAFIA PARKIR terlibat didalamnya. 

Saya ambil contoh di Surabaya,  dari sumber tetangga sendiri dia mengatakan bahwa untuk bisa menguasai lahan parkir yang hitungannya hanya dari satu tiang listrik ke tiang yang lain 15 tahun yang lalu oknum harus membayar uang sebesar 75 juta rupiah entah kepada siapa.

Maka tak bisa kita salahkan jika dalam prakteknya hanya sekedar memarkir motor selama 2 atau 5 menit saja di depan toko pastinya setelah itu jukir atau juru parkir yang entah darimana datangnya dan yang pasti tanpa karcis parkir akan menarik uang parkir sejumlah seribu dan dua ribu rupiah. Padahal barang yang kita beli di toko tersebut mungkin hanya berharga 5 ribu rupiah. 

Jika kita menolak membayar mungkin akan berbuntut panjang dengan cekcok mulut bahkan adu fisik jika kita coba meminta karcis parkir. Kalau sudah seperti itu maka ada semboyan SING WARAS WAE NGALAH atau yang sehat pikirannya yang mengalah.

Sering kali kalau saya dan istri belanja sebentar di toko mending motor saya tunggu dan tunggangi daripada harus terkena parkir, pungli atau apapun namanya saya tidak ikhlas. Oknum oknum penarik parkir tersebut bisa saya sebut pengemis yang memaksa. Okelah kalau kita tinggal dan titip motor atau kendaraan agak lama wajarlah kalau kita terkena parkir saya mungkin akan menerima hal tersebut. 

Dengan tarif parkir 2 ribu rupiah per motor,  saya andaikan saja ada 100 motor saja mampir ke sebuah toko,  maka dalam satu hari oknum oknum tukang parkir brengsek itu akan mendapat penghasilan 200 ribu/hari. Berarti dalam sebulan uang 6 juta rupiah di tangan mereka,  entah berapa besaran yang harus mereka setor kepada oknum yang lebih tinggi.

Berbekal sempritan busuk dan bau seperti busuknya cara mereka mencari uang mudah mudahan mereka sadar dan diberi ampunan oleh Tuhan. Dan bagi oknum oknum  di atas yang memanfaatkan objek parkir ini untuk memperkaya diri sendiri semoga kelak di akhirat karcis karcis dan sempritan busuk memenuhi perut dan lambung mereka sampai pecah usus ususnya.  Ampunilah mereka Tuhan. 

ADA APA DI KEBUN BINATANG SURABAYA???

Kebun Binatang Surabaya

Terlepas dari semua kontroversi yang ada Kebun Binatang Surabaya tetap menjadi sarana hiburan dan pendidikan pilihan bagi warga kota Surabaya. Terletak di lokasi yang strategis yakni di sekitar jalan Raya Darmo dan Diponegoro serta dekat dengan terminal Joyoboyo, menjadikan taman satwa ini tak pernah sepi dari pengunjung setiap harinya. 

Bahkan di liburan akhir tahun 2016 terjadi kemacetan di daerah dekat Kebun Binatang Surabaya karena penuh sesaknya pengunjung hingga kendaraan pengunjung KBS terpaksa parkir di tepi jalan dan memenuhi jalanan di sekitarnya.

Tiket parkir mobil KBS



Loket penjualan tiket KBS

Tiket masuk ke Kebun Binatang Surabaya sebesar 15 ribu rupiah berlaku umum yakni sama untuk dewasa dan anak anak, perkecualian bagi anak anak dibawah umur dua tahun tidak dikenakan tiket masuk. Untuk parkir sepeda motor sebesar 3 ribu rupiah dan mobil 7 ribu rupiah. Area parkir mobil terletak di sisi sebelah kanan pintu masuk yang mampu menampung cukup banyak mobil pengunjung.


Pengunjung bisa foto-foto dulu di depan patung SuroBoyo yang terletak persis di depan kebun binatang, patung ini terkenal sebagai ikon kota Pahlawan Surabaya. Anda akan disambut dengan tawaran fotografer amatir yang menjajakan jasanya berupa foto langsung jadi dengan tarif 10 ribu untuk ukuran 3R.  Dan 20 ribu rupiah untuk 4R. 

Setelah membayar di loket masuk setiap pengunjung akan dipakaikan gelang masuk waktu masuk ke pintu masuk,  anda bisa lihat seperti gambar diatas. 

Wahana ikan dan reptil, terakhir kesana dalam tahap renovasi

Anda bisa keliling dari satu sisi ke sisi yang lain dari kebun binatang ini, mulai dari satwa reptil,  ikan dan mamalia. Sayang wahana aquarium sedang dalam tahap renovasi saat saya kesana. Saya lihat didepan wahana juga dibangun loket pintu masuk. Wah ini berarti nantinya akan dikenakan biaya tambahan bagi pengunjung untuk masuk ke wahana tersebut.
Area monyet dan kera



Ada juga wahana elephant riding atau naik gajah. Dimana kita akan dikenakan biaya sebesar 15 ribu rupiah per orang. Satu lagi kita bisa berkeliling di danau yang berada di tengah tengah kebun binatang dan membayar tiketnya 10 ribu rupiah untuk perjalanan naik perahu motor selama kurang lebih 15 menit. 

Satwa-satwa yang menjadi favorit untuk dilihat yakni gajah, jerapah, monyet, harimau, kuda nil, unta, jerapah dll. Untuk jerapah saya hanya melihat satu ekor saja. Entah kemana teman-temannya. 
Kandang kuda nil


Kandang Beruang


Kandang Harimau

Over all untuk tiket masuk KBS sebesar 15 ribu rupiah  yang saya bayar puaslah.  Jangan lupa membawa bekal dan tikat dari rumah untuk sekedar bersantai dan menyantap makanan bersama dengan keluarga.

Seabad Kebun Binatang Surabaya




Tak dinyana rencana liburan saya bersama ke KBS tadi siang bertepatan dengan HUT kebun binatang tersebut yang ke 100.  Di usianya yang seabad kebun binatang Surabaya sempat menjadi terbesar di Asia Tenggara.

Namun entah apa yang terjadi banyak polemik dan kontroversi di dalamnya sehingga binatang binatang yang menjadi penghuninya menjadi korban. Banyak sudah protes dari para pencinta satwa terhadap pengelola yang dianggap tidak mempertahankan kelangsungan hidup satwa satwa didalamnya. 




Saya sebagai orang awam tidak tahu banyak tentang manajemen pengelolaan suatu taman satwa. Namun dengan menghitung bahwa harga tiket masuk Kebun Binatang Surabaya sebesar 15 ribu rupiah per orang berlaku bagi dewasa dan anak anak sedang bagi balita dibawah 2 tahun adalah GRATIS. 

Maka dapat saya buat perhitungan seandainya setiap hari kecuali hari Sabtu dan Minggu pengunjung sebanyak seribu orang maka pendapatan per bulan adalah 20*15juta = 300 juta, ditambah pengunjung akhir pekan saya anggap 5 ribu orang berarti 8*5000*1500= 600 juta. Berarti perkiraan total pendapatan KBS per bulan sekitar 1 miliar. Saya tidak tahu apakah juga mendapat subsidi dari pemkot Surabaya.  Namun saya pikir pendapatan tersebut memang tidaklah terlalu besar untuk menutup biaya operasional.


Beberapa hal yang menjadi keprihatinan saya adalah banyaknya para pedagang di beberapa lokasi tertentu, mungkin ini menjadi pemasukan tersendiri bagi pengelola. Saya melihat seekor gajah kecil yang dirantai kedua kakinya depan belakang sehingga nyaris tidak dapat bergerak, entah apa tujuannya saya tidak tahu.

Saya sebagai orang awam tentu merasa kasihan. Mungkin si gajah nakal sehingga pantas dipasung kakinya seperti itu. Yang kedua saya melihat seekor komodo sedang sakit, tubuhnya terlihat membiru. Dia dilokalisir dan dipisahkan dari kelompoknya. Mudah mudahan tidak saya dengar kabar kematiannya di media massa minggu depan. 

Saya sebagai orang awam hanya memiliki sedikit saran,  pengelola haruslah kreatif untuk menarik sebanyak banyaknya penguni dengan membuat aneka event atau acara yang berkaitan dengan satwa tentunya agar pengunjung tertarik dan bisa lebih dekat lagi dengan koleksi hewan yang ada. Yang kedua tentunya memperhatikan lagi sarana dan prasarana kehidupan satwa.  Dan ketiga tentu saja lebih memperhatikan kehidupan satwa penghuninya. 

Terakhir dari saya,  binatang adalah juga makhluk Tuhan maka sayangilah mereka maka manusia dan Tuhan akan menyayangi kita. Dan saya juga ingin anak cucu saya nanti kelak masih bisa berucap jika saya tanya.  Mau liburan kemana Adek? Ke BONBIN Ayah atau Kek :-)

Hasil Pengundian Service AHASS Jawa Timur


Saya sempat menunggu nunggu dan mencari cari di internet tentang hasil pengundian service Ahass 2016 dan hasilnya nihil. Menurut leaflet yang saya dapat di bengkel mestinya tanggal pengundian pemenang adalah 9 September  2016. Namun di malam harinya saya cari di internet tidak saya temukan.

Namun hari ini tanggal  10 September saya kebetulan jalan jalan dengan keluarga ke Royal Plaza jalan Ahmad Yani.  Secara tidak  sengaja ternyata saya melihat bahwa Pengundian service Ahass 2016 yang berhadiah utama 2 buah motor honda CBR dilakukan di mall tersebut.
Di bawah ini adalah foto foto yang sempat saya abadikan mengenai proses pengundian tersebut. Untuk hasil  pemenang undian silahkan anda klik disini

Makan Enak tak berarti harus Mahal


Tiga bulan berlalu hari hariku kini ramai bersama keluarga kecilku. Selepas merantau hampir 5 tahun lebih di Jakarta untuk mencari nafkah bahkan si kecil pun terpaksa harus kutinggalkan dan tidak kutunggui saat kehadirannya di dunia ini. Kini canda dan tawa mewarnai hari hariku. 

Kini jarang sekali aku makan di luar rumah kecuali jika ada pekerjaan di luar kota. Masakan istri mau tak mau kunikmati untuk menghindari mulut bawelnya xixixi. Jujur setelah merasakan beratnya mencari uang, makanan apapun bakal aku santap habis. Bahkan nasi sisa kemarin yang belum basi aku habiskan.

Soal menu jangan ditanya,  saya selalu menyarankan ke istri masak makanan yang anak kita suka,  kita hanya mengikuti saja.  Dan yang menjadi masalah adalah kedua anak saya super duper susah kalo urusan makan. Padahal masakan umiknya tidaklah terlalu buruk mungkin hanya kurang variasi saja dalam penyajiannya. 

Namun terkadang kita berdua punya masakan idola yang hanya orang tua saja mau memakannya karena pedas.  Ya,  penyetan sambal adalah makanan paling enak bagi kita berdua. Entah itu ikan asin, ikan teri, tahu,  tempe dan telor kita buat sambal lalu kita penyet dengan ulekan.  Sedangkan untuk sayurannya saya lebih suka dengan kacang panjang mentah yang diiris kecil kecil. Atau kangkung yang direbus sebentar.

Ah, nikmatnya makan se cobek berdua si kecil hanya duduk diam mengamati kedua orang tuanya kepedasan. Ah, makan enak belum tentu harus mahal. 

Tetangga Masa Gitu Sih "Oalah Yo Yo"

Tidak bisa dipungkiri saat ini kehidupan bertetangga terutama di kota besar nyaris kosong atau hampa. Tidak mengenal tetangga satu dengan yang lain, sibuk dengam urusan masing masing,  berangkat kerja pagi pulang malam sehingga nyaris tidak ada waktu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Saya hampir 5 tahun meninggalkan anak istri hidup mandiri di rumah yang notabene berada di satu cluster perumahan. Sedangkan saya sendiri harus mencari nafkah di ibukota. Saat awal menempati komplek perumahan tersebut, hanya beberapa unit rumah saja yang dihuni pemiliknya dan kita semua sangat rukun dan saling kenal. Kini sudah hampir 6 tahun sudah kondisi berubah, semua unit rumah sudah hampir dihuni.  Dan hampir semua orang baru saya nyaris tidak kenal. Maklum saja,  karena saya hanya pulang sekali dalam kurun waktu 2 minggu. Itupun waktu saya habiskan untuk keluarga dan jarang sekali saya ngobrol atau "melekan" dengan tetangga.

Istri saya walaupun tidak terlalu aktif di komplek perumahan, namun setiap kali ada arisan, mengunjungi tetangga yang sedang sakit ataupun melahirkan tak pernah luput ia lakukan.  Bahkan kadang memimpin membaca doa Yasin setiap malam Kamis.

Namun itulah dalam kehidupan bertetangga ada pasang surutnya,  kadang kita mengalami sedikit masalah dengan tetangga kita,  rumah saya berada di bagian pojok gang dan sebelah persis adalah tanah kosong milik perumahan.  Seringkali tetangga kanan kiri membuang sampah hasil pangkasan tanaman seperti mangga dan jambu mereka di tanah kosong tersebut. Ada yang kadang hatinya lagi "baik" dibakarnya sampah tersebut, namun kebanyakan hanya ditumpuk begitu saja. Saya tidak pernah mengeluh dan protes apalagi memaki maki mereka,  kadang kalo saya sedang rajin,  saya bakar sampah buangan tetangga tersebut. Namun istri saya yang seringkali protes akan hal tersebut,  pernah suatu saat dia menegur tetangga agar membuang tebasan pohon tersebut jauh ke tengah dan tidak di depan.

Namun saya bersyukur tidak bersebelahan persis dengan tetangga satu ini,  berjarak hanya 4 rumah saja dari tempat tinggal saya. Entah apa pekerjaan dan bagaimana wajahnya saya tidak tahu, yang pasti dia dibayar oleh pajak yang saya bayar ke negara. Empat buah motor gede plus dua buah mobil yang  lumayan mewah ada di rumahnya. Entah dia punya side job sebagai montir motor atau apalah, setiap pagi selalu menggeber gas MOGE nya keras keras tanpa pernah punya pikiran dia punya tetangga atau tidak.

Kalo mau pamer saya rasa tidak juga,  saya rasa tetangganya orang yang berkecukupan semua. Tak puas dengan motornya,  mobil mewahnya pun knalpot nya dibikin sedikit agak bocor mirip mungkin dengan otaknya sehingga suaranya menggelegar dan membuat takut balita balita tetangga.

Satu hal yang baru saja saya alami,  beberapa hari terakhir saya sedang mengecat kembali rumah dan istri tidak bisa menjemur pakaian di depan rumah sehingga dipindah ke tanah kosong sebelah tembok tetangga,  selang dua hari saya baru menyadari hal tersebut. Saya tegur istri agar tidak menaruh jemuran di tempat tersebut dan memindahkannya dekat dengan tembok rumah saja.  Dasar istri saya agak bandel dia tidak mengindahkan teguran saya.  Ahaaa dan benar saja, pagi ini istri saya sambil cemberut berkata kepada saya,  di tembok tetangga tersebut dipasang karton bertuliskan "Dilarang Menjemur Pakaian Disini".

Ah Tetangga Masa Gitu Sih.

Mainan Tradisional Nasibmu Kini

Mainan Tradisional

Gempuran kemajuan teknologi sekarang tidak lagi mengenal batasan sekarang. Mulai dari anak anak orang dewasa, dari kota hingga ke pelosok desa. Gadget jaman sekarang seperti TAB, ponsel canggih bukan hanya dipegang orang berduit saja, anak anak kecil di pelosok kampung pun sekarang telah mahir memainkannya.

Saya teringat sekitar tahun 80an, di masa itu dalam satu lingkungan tetangga hanya satu atau dua orang saja yang mempunyai TV atau televisi, kulkas atau lemari es dan peralatan elektronik yang lain. Teman bermain kita jika anak orang kaya mungkin memiliki game boy atau game watch dan nintendo. Sedangkan yang dari keluarga biasa biasa saja hanya bisa bengong menunggu giliran dipinjami atau mungkin menyewa mainan tersebut saat di sekolah. Karena waktu SD dulu mainan mainan tersebut disewakan seharga 25 rupiah setiap lima menit bermainnya. 

Itulah yang menyebabkan generasi saat itu masih memilih untuk bermain dengan permainan tradisional dengan teman teman sekolah atau tetangganya. Main layang layang, gundu atau kelereng, press atau mainan plastik berbentuk kerbau tipis, mencari ikan di empang lebih menarik daripada menghabiskan uang jajan untuk bermain game watch.

Namun itu dulu, saat itu lahan untuk tempat bermain masih banyak. Jalanan masih belum di aspal sehingga cocok untuk bermain kelereng, jaringan kabel listrik belum banyak bergelantungan sehingga enak untuk bermain layang layang dan masih banyak empang empang kosong yang berisi banyak ikan betok dan gabus untuk dipancing.

Sekarang semua telah berubah, jalanan kampung sudah beraspal mulus, listrik listrik rata sudah menerangi kampung dan pelosok, empang kosong sudah diurug menjadi pabrik. Hilang sudah tempat bermain anak anak, mata dan pikiran mereka sekarang berubah tertuju ke apa yang namanya Youtube, Facebook atau permainan permainan yang menarik mata di telepon genggam mereka. Tidak ada sosialisasi lagi dengan teman permainan, mungkin saja mereka bermain bersama namun semuanya sama sama memegang telepon di tangan. Tidak ada daya dan pikiran kreatif bagaimana cara memenangkan permainan secara sportif seperti dalam permainan kelereng, layang layang, atau mencoba belajar berenang saat mandi dan mencari ikan di empang.

Teknologi tak bisa disalahkan dalam hal ini, kebijaksanaan kita selaku orang tua dibutuhkan dalam mengontrol perilaku bermain anak kita. 

Simpang Lima Semarang



SIMPANG LIMA SEMARANG - Daerah atau kawasan yang satu ini memang sangat terkenal di daerah Semarang dan sekitarnya,  bukan karena dulu terkenal dengan CIBLEK atau cilik cilik betah melek melainkan  lokasinya yang sangat  strategis. 

Dengan taman kota yang asri di sekitar area  tersebut ditambah pedestrian jalanan yang cukup  bersih  dan tertata rapinya para pedagang asongan maka wajar Simpang Lima menjadi magnet atau tempat idola bagi warga Semarang untuk berkumpul di setiap akhir pekannya. 

Kalo tidak salah ada beberapa tempat perbelanjaan besar disekitarnya,  belum lagi hotel hotel yang baru selesai dibangun.  Untuk tempat berbelanja dan sekedar cuci mata tempat ini memang nyaman,  namun satu hal yang tidak nyaman adalah jika anda hendak berwisata kuliner. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya sempat 3 malam menginap di hotel depan Simpang Lima.


Saya memang lebih suka makan di pinggiran jalan, food street istilah kerennya. Saya coba nikmati kuliner bebek goreng di warung pinggir jalan,  rasa bebek goreng dan sambalnya lumayan enak ditambah dua potong tahu goreng dan teh manis hangat.  Namun yang agak membuat saya terkejut begitu mengetahui harganya sesaat setelah saya selesai makan,  45 ribu rupiah. WOW,  lumayan. Lumayan mahal maksudnya. Di Jakarta saja dengan menu dan porsi yang hampir sama mungkin saya hanya perlu merogoh kocek 30 ribu saja. 



Mahal!!! mungkin karena lokasi warung yang dekat dengan pusat perbelanjaan, namun jika pelanggan baru yang datang bisa saya pastikan suatu saat dia tidak akan kembali lagi ke warung yang sama. 

Dua jam berselang,  teman saya yang kebetulan orang Semarang datang.  Kita ngobrol di warung kopi mirip mirip HIK (hidangan Istimewa Klaten) di daerah Solo dan sekitarnya. Di warkop ini harganya masih wajar, segelas kopi dihargai 3 ribu rupiah dan aneka gorengan dan krupuk dihargai seribu rupiah per bijinya.

Semarang, kota besar yang terus berbenah. Dengan pesona bangunan bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda, saya yakin jika ditata dan digarap potensinya dengan sungguh sungguh bisa mendatangkan banyak wisatawan asing dan domestik.

Benarkah Tarif Taxi Online Lebih Murah dibanding Taxi Konvensional


Maraknya dunia transportasi umum di Indonesia akhir akhir ini terutama hadirnya bisnis transportasi berbasis aplikasi atau online. Tidak hanya transportasi yang menggunakan sepeda motor,  kini juga merambah ke roda empat atau mobil. Dengan menggunakan aplikasi yang telah ditanam atau kita install di telepon seluler kita bisa dengan mudah menggunakan layanan taxi online tersebut. 

Selaku konsumen kita memang diiming-imingi dengam tarif yang lebih murah, transparan dan juga promo tarif yang bertubi tubi datangnya.  Namun apakah benar tarif taxi online atau berbasis aplikasi seperti GOCAR,  GRAB TAXI,  dan UBER TAXI lebih murah daripada taxi regular?

Artikel ini saya tulis sekedar untuk membandingkan saja sedangkan data datanya saya ambil berdasarkan sumulasi tarif yang ada di masing aplikasinya. Simulasi perhitungan saya buat berdasar kesamaan lokasi penjemputan dan pengantaran, yakni dari Stasiun Surabaya Pasar Turi ke Bandara Internasional Juanda. 

1. Tarif taxi Reguler 
Saya coba ambil hasil simulasi tarifnya di taxi fare,  disitu disebutkan bahwa jarak antara dua tempat tersebut adalah 30.94 km dengan waktu tempuh kurang lebih 38 menit, untuk estimasi biaya ada 3 perkiraan berdasar arus lalu lintas yakni dengan batas bawah sekitar Rp.  108.950.5,- tarif tengah Rp.  114.398,- dan tarif termahalnya adalah Rp. 130.740.6,-
Saya coba dengan hitungan yang berlaku di pasaran jarak 30.94-1=29.94x4000=Rp. 119.760,- ditambah ongkos buka pintu Rp.  7.500 total adalah Rp.  127.260,-
Hitungan saya masih didalam range hasil perhitungan aplikasi taxi fare

2. Tarif Uber Taxi
Coba lihat screen shoot dibawah ini. Aplikasi di Uber tidak mencantumkan jarak namun hanya estimasi tarifnya yakni antara Rp.  67.598,- s/d Rp.  96.144,-




3. Tarif Grab Taxi
Coba lihat screen shoot dibawah ini. Aplikasi Grab menunjukkan kisaran tarif untuk perjalanan tersebut adalah  Rp. 150.000,-



4. Dan yang terakhir adalah GOCAR, di aplikasinya lebih lengkap dengan mencantumkan jarak yang ditempuh dan juga biayanya.  Terlihat jarak antara Stasiun Surabaya Pasar Turi dan bandara Internasional Juanda adalah 31.3 km dengan tarif sebesar 128 ribu rupiah.



Demikian kita bisa lihat perbandingan tarif antara ketiga taxi aplikasi online tersebut dengan taxi konvensional tidak berbeda terlalu jauh. Hanya Uber yang sedikit agak berada dibawah pasaran rate atau tarifnya. Sementara Grab dan Gocar tarifnya tidak berbeda jauh dengan taxi pada umumnya. Keuntungan mungkin hanya terletak pada tarif yang sudah fixed pada taxi aplikasi, macet atau tidak tarif sudah tertera sejak awal pemesanan.

Sekarang tergantung kepada kita sebagai konsumen, hendak  memilih  layanan  yang menurut kita terbaik. Pintar dan bijaklah dalam memilih.

Naik Gojek dari Bandara Ahmad Yani Semarang

Bookingan Gojek Pertama saya di Bandara Ahmad Yani, Semarang

Beberapa hari yang lalu akhirnya saya bisa merasakan rasanya travelling lagi di luar kota . Kali ini perjalanan saya ke kota Lumpia, Semarang. Sengaja saya tidak naik taxi dari bandara Ahmad Yani untuk menuju tempat tujuan yakni daerah  di dekat terminal  Terboyo Semarang, sasaran kali ini ingin mencoba naik ojek online yakni GoJek.  Selain lebih murah tentunya pengalaman naik Gojek di Semarang khususnya dari bandara ini bisa menjadi bahan tulisan di blog.

Selepas turun dari pesawat segera saya buka aplikasi GoJek dan begitu tiba di pintu keluar, aplikasi android di telepon seluler segera berputar mencari lokasi driver gojek terdekat dengan bandara. 

Setelah ditemukan, ketika hendak mengirim sms ke pengemudi ternyata si driver yang lebih dulu menelepon saya. Dia menanyakan lokasi saya dan warna baju yang saya pakai,  namun di akhir pembicaraan dia meminta saya untuk keluar dari gapura bandara Ahmad Yani menuju halte BRT Semarang yang letaknya setelah rel kereta, kurang lebih 200 meter dari bandara. Segera saya iyakan permintaannya persis seperti  yang saya duga sebelumnya. 

[Updated, sekarang driver Gojek tidak mau mengangkut penumpang dari BRT akibat bersinggungan dengan ojek pangkalan bandara. Mereka biasanya akan menyuruh kita ke jalan depan Masjid dekat pangkalan militer atau di rumah sakit Columbia Asia. Ini berarti kita harus berjalan lumayan jauh yakni sekitar 400 meter keluar dari gapura bandara]

Tak sampai  5 menit sebuah motor matic mendekati saya sembari pengemudinya menyapa dan menyebut nama saya.  Tak nampak sama sekali atribut ojek online, hanya saja dia menawarkan masker kepada saya. Saya sangat mahfum sekali, dan ketika  meluncur dia baru menerangkan semuanya kepada saya.  

Tak lama kemudian saya sudah sampai di kawasan industri Terboyo, yang berjarak kurang lebih 16 km dari bandara Ahmad Yani Semarang. Tarif Gojek dari bandara ke dekat terminal Kaligawe atau Terboyo cukup murah hanya 26 ribu rupiah saja. Kulebihkan ongkosnya hitung hitung banyak sudah informasi baru mengenai keberadaan Gojek di Semarang dan suka dukanya.  Lumayan beberapa judul artikel sudah ada di pikiran saya ke depan.

TIKET KERETA API DARI TAHUN KE TAHUN


Sempat selama kurang lebih 5 tahun menjadikan bangku kereta api sebagai tempat tidur ketiga karena setiap akhir pekan harus pulang pergi Jakarta Surabaya. Saya merasakan pahit getirnya kondisi perkereta apian di negara kita. 

Dari mulai berdiri berdesakan desakan, tidur di dekat pintu kereta api, toilet, dan gerbong pembangkit sudah saya alami. Begitu juga halnya dengan perubahan model tiket kereta api yang beberapa kali terjadi. Saya mungkin hanya mengalami 3 kali pergantian model tiket kereta, karena tiket jadul dengan model Edmonson atau tiket kereta api mini seukuran kartu domino saya tidak mengalaminya.

Berikut adalah beberapa model pergantian tiket kereta yang pernah terjadi selama kurun waktu tahun 2010 sampai dengan 2016.

Sumber: wikipedia indonesia






ADLOFT MEDIA

Advertising

Advertising

PROMO TARIF

PROMO TARIF

Popular Posts

Total Pageviews

Indoinspector. Powered by Blogger.

DMCA

DMCA