9 Jam Digoyang Bus Sugeng Rahayu Patas Semarangan (bagian 1)

Bus Sugeng Rahayu Patas melintas di bypass Krian


Jam lima lebih seperempat sore,  tak nampak juga bus EKA Semarang Surabaya di tempat parkir biasanya. Terminal Terboyo sore itu digelayuti mendung hitam tipis, ah mudah-mudahan saja hujan tidak turun sebelum bus ke Surabaya datang. 
Di warung angkringan langganan segelas kopi pahit dan beberapa potong gorengan menemani perbincangan dengan teman sejawat yang hendak pulang ke Bawen. 
Sejurus kemudian nampak bus Sugeng Rahayu Patas lewat mengarah kedalam terminal. Hmm kok tumben,  mungkinkah bus EKA perpal dan diganti bus setelahnya yakni SR. 
Pertanyaan saya terjawab ketika kondektur dan sopir bus,  mampir juga ke warung angkringan yang sama.  Saya iseng bertanya kepada kondektur, jam berapa bus akan berangkat. Jam enam kurang lima Mas,  maju,  maklum bus sebelumnya gak jalan alias Perpal. 
Tak lama kemudian keduanya kembali ke dalam terminal,  mungkin untuk istirahat sejenak melepas lelah. Beberapa menit kemudian kami pun menyusul, ketika hendak masuk kedalam bus kami dicegah oleh kondektur dan mengatakan bahwa lantai bus masih basah.
Terminal Terboyo sore itu sepi, maklum bukan akhir pekan dan hari libur. Beberapa saat kemudian bus pun berjalan mundur namun ternyata tidak keluar terminal melainkan hanya berpindah tempat ke parkir bus SR seperti biasanya yakni di dekat bus bus jurusan Tegal Pekalongan.

Hanya beberapa orang saja yang naik dari tempat ini, 10 menit kemudian bus akhirnya berjalan meninggalkan area dalam terminal Terboyo. Beberapa orang naik dari ujung ke ujung terminal, tak nampak pula bus bus jurusan Semarang Solo seperti Safari, Raya, Taruna dll seperti biasanya. [simak jadwal bus Semarang-Solo]

Bus melaju kencang di jalan tol Tembalang. Di tengah perjalanan rupanya ibu-ibu yang duduk persis di belakang sopir curhat kepada kondektur bahwa dia membeli tiket dengan harga 2x lipat dari harga semestinya. 

Menjelang cabang tol yang ke arah Ungaran Bawen, sopir berteriak kepada kondektur, "Lewat sing endi iki? Lurus wae" kata kondektur. Hahaha" saya tertawa dalam hati, mungkin sopir ini baru saja pegang jalur Surabaya-Semarang karena belum tahu rute secara baik.

Lepas tol Tembalang dan masuk terminal bayangan di Sukun, bus segera diserbu penumpang yang sudah menanti, tak lama kemudian bus penuh sesak bahkan beberapa orang penumpang terpaksa berdiri. Rupanya para penglajon jalur Solo-Semarang lebih memilih bus dari arah Surabaya seperti SR dan EKA karena tarif yang 5 ribu rupiah lebih murah dari bus reguler di jalur ini. [simak tarif bus Semarang-Solo 2017]

Bus melaju kencang dengan penuh sesak penumpang didalamnya. Sejam kemudian teman saya turun didepan terminal Bawen, tempatnya digantikan oleh ibu-ibu dengan anak kecil.

Saya tak menghiraukan karena kondisi badan yang kelelahan, bus melaju kencang di lalu lintas yang relatif sepi malam itu, saya sempat terjaga sesaat sebelum bus memasuki pos Tingkir Salatiga. Bus sempat menyalip truk bermuatan sepeda motor. Keduanya terlibat adu balap, namun bus yang saya tumpangi kesulitan untuk overtake dari sisi kiri karena sempitnya lebar jalan.

Tak lama berselang truk panjang tersebut berhasil di overtake dengan cantik, bus melaju dengan kencang hingga terminal Boyolali. Terasa dari gocekan driver yang lumayan liha, halus dan berkelas tanpa terasa saat kaki menjejak rem dan kopling. [bersambung ke bagian 2]


Pangkalan Ojek Online dan Taxi Online Terminal Bungurasih

 
Entah semenjak kapan,  yang pasti pagi ini saat saya hendak ke Bandara Juanda dari Terminal Bungurasih ada satu hal unik yang saya temui.  
Seperti biasa dari pintu masuk bus antar kota saya beringsut beberapa meter ke arah pintu keluar bus dalam kota untuk kemudian memesan layanan ojek online.  Saya memesan dan menunggu jemputan di depan hotel melati di sekitar pintu keluar bus dalam kota. 
 
Tak lama pesanan Gojek saya pun ter pick up.  Dan tak lama driver menghubungi saya,  saya pun berkata lokasi ada di toko cat mobil Sinar Jaya. Dia pun mengiyakan,  tak lama dia menelepon lagi dan lucunya mengatakan bahwa jika hendak ke bandara apakah saya yang menanggung tiket parkirnya, saya pun tersenyum simpul sambil mengiyakan.  
 
Tak lama berselang driver menelepon lagi dan mengatakan agar saya berpindah ke halte angkot yang berada di persis di depan kantor Gudang Garam, saya pun mengiyakan.
 
Beberapa saat setelah saya berada di halte, ada panggilan masuk namun dari nomer yang berbeda. Saya segera angkat dan dia menanyakan dimana posisi saya,  saya menjawab di halte.  Dari suaranya jelas orang yang berbeda,  saya coba cek aplikasi Gojek saya ternyata benar,  pesanan saya ter pick up oleh orang yang berbeda artinya order saya pertama telah dibatalkan oleh pengemudi. 
 
Di halte tersebut nampak tiga orang satgas Ojek dan taxi online satu diantaranya cewek.  Sedangkan satu lainnya jelas berbeda karena memakai jaket berwarna orange milik salah satu layanan aplikasi online. Pandangan saya tertuju pada banner atau spanduk yang dipasang di halte tersebut ada tulisan Titik Penjemputan Ojol dan Tajol, dimana di spanduk itu juga ada logo dari beberapa ojek online, serikat ojek pangkalan dan dari polresta Sidoarjo.
 
Rupanya telah ada kesepakatan dari berbagai pihak tentang ojol dan tajol di area sekitar terminal Bungurasih, hal ini mungkin dikarenakan sering terjadi "gesekan" antara ojek pangkalan dan angkutan umum lainnya dengan para driver ojek aplikasi.
 
Yang jelas bagi saya pengguna setia transportasi online kesepakatan ini merupakan angin segar karena terdapat kejelasan dimana titik jemput, tidak seperti selama ini yang kucing-kucingan dengan para pengojek pangkalan.


Hati-Hati Calo Tiket di Terminal Terboyo Semarang


Kemarin ada kejadian yang bisa dikatakan memprihatinkan saya temui di terminal bus Terboyo. Cerita selengkapnya sebagai berikut. Saya sudah berada di terminal sekitar jam 5.15 sore menunggu kedatangan bus EKA dengan jadwal keberangkatan jam 6 kurang seperempat.
Namun sedang asyik menikmati kopi hangat di angkringan depan terminal sekilas saya melihat bus berwarna orange khas dari Sugeng Rahayu Patas Surabaya Semarang lewat memasuki terminal. [simak angkringan sego kucing Terboyo]
Beberapa menit kemudian kernet dan sopir bus SR itupun mampir untuk makan di warung yang sama. Saya iseng-iseng menanyakan jam keberangkatan bus.  Kernet pun menjawab jam 6 kurang lima menit,  karena ternyata bus didepannya yakni bus EKA "perpal" alias tidak jalan. [simak Jadwal Bus EKA terbaru 2017]
Jam menunjukkan setengah enam lewat,  segera saya menghabiskan kopi hitam pahit kesukaan saya.  Kebetulan teman saya juga ikut dalam perjalanan sore itu walaupun dia hanya sampai terminal Bawen. Kta berduapun beringsut ke dalam terminal untuk naik ke bus SR Patas tersebut.

Bus Sugeng Rahayu ternyata parkir di tempat dimana biasanya bus Eka parkir, segera kita berdua menghampiri bus dan hendak naik kedalamnya. Namun dari dalam bus kondektur bus mengatakan jangan masuk dulu karena lantai bus masih basah. 
Kita pun akhirnya menunggu di luar, jam menunjukkan 6 sore tepat ketika kondektur akhirnya mempersilahkan kita berdua masuk. Nampak hanya tiga orang yang naik ke bus,  tak lama sopir naik dan menyalakan mesin tanda hendak berangkat. Bus mundur perlahan, namun anehnya bus tidak keluar terminal melainkan beralih ke tempat parkir bus Sugeng Rahayu biasanya yakni di dekat parkir bus jurusan Pekalongan. Hmm.. bisa lama ini urusannya kata saya pada teman disamping. 
Karena jika menunggu jam keberangkatan semestinya bus ini adalah di jam 7 kurang seperempat. Ini berarti 45 menit bus akan berangkat, hampir sepuluh menit berselang akhirnya ada seorang ibu-ibu naik dan duduk di kursi tepat belakang pengemudi.  
Sejurus kemudian dia menoleh ke belakang dan bertanya kepada saya,  "Mas nya turun dimana?  Surabaya Bu, Kenapa? Tanya saya balik. Ongkosnya berapa ya?  Saya jelaskan bahwa ongkos bus Sugeng Rahayu Patas dari Semarang ke Surabaya adalah 100 ribu tanpa servis makan dan tambah 12 ribu jika ingin dapat kupon makan di RM Utama Caruban. 
Ya??? katanya,  sambil tersenyum simpul kecut.  Saya kena tipu nih,  lho kenapa Bu?  Saya hendak turun Ngawi tepatnya di Ponpes Gontor Mas tapi tadi sama seseorang saya diajak ke salah satu kantor tempat agen bus dan dimintai uang 135 ribu untuk tiket Semarang Ngawi. Waduh,  sahut saya. Ya udahlah Mas gpp jawabnya,  buat pengalaman.  
Dia pun menanyakan berapa tarif semestinya Semarang ke Ngawi,  saya hanya membuat perkiraan saja bahwa jika tarif bus Semarang Sragen saja hanya 50 ribu berarti Semarang ke Ngawi mungkin sekitar 65 ribu rupiah karena jelas tidak ada kupon makan.
Sekilas saya memperhatikan ibu itu dari potongan dan gesturnya tentu bukan orang biasa,  yang dengan begitu mudah ikhlas karena sudah dibohongi mentah-mentah oleh oknum calo di terminal Terboyo.Saya pun bertanya,  tapi Ibu dapat karcis bus nya khan?  Iya Mas, ah syukurlah paling tidak dia tidak dibohongi habis-habisan oleh calo brengsek tersebut. Akhirnya sopir naik lagi, dan bus melaju keluar terminal Terboyo.
Di perjalanan setelah masuk jalan tol Tembalang,  kodektur bus segera menarik karcis,  dan si ibu itupun berkeluh kesah kepada kondektur, untung juga bahwa karcis dari calo bisa diterima oleh kondektur karena memang karcis asli dari bus. 
Beberapa penumpang nampak berempati dengan si Ibu tadi,  namun dalam hati saya tidak mungkin awak bus tidak tahu akan apa yang dilakukan si calo, namun apa boleh buat kita sudah mahfum bahwa daerah seperti terminal adalah daerah "rawan", para kru bus mending diam dan tidak akan reseh terhadap apa yang calo-calo lakukan kecuali jika itu menyangkut diri mereka sendiri dan bus yang dioperasikan.
Saran saya jika anda hendak bepergian dengan menggunakan bus di terminal Terboyo:
1. Jangan mudah percaya dengan siapa pun termasuk orang yang mengaku awak atau kru bus.
2. Jangan mau diajak ke kantor atau tempat sepi di area terminal. 
3. Jangan membayar tiket anda dibawah, bayar tiket jika anda sudah naik bus kepada kondektur.
4. Lebih baik bertanya ke petugas "kalau ada", atau penjual warung warung di sekitar terminal. 
5.Tetap waspada dan perhatikan barang barang bawaan anda.

BISAKAH MEMESAN TAXI ONLINE "UBER, GRAB DAN GO-CAR" DI BANDARA JUANDA

Terminal 1, Bandara Juanda

Keberadaan layanan ojek dan taxi online yang kian marak di berbagai kota di Indonesia memang menimbulkan polemik. Di satu sisi masyarakat diuntungkan dengan layanan transportasi murah, cepat dan nyaman. Namun disisi lain banyak pihak yang merasa terusik karena layanan aplikasi berbasis online dianggap "mengusik" pendapatan atau income mereka selama ini.

Seperti halnya di bandara lain di Indonesia, bandara Juanda juga menerapkan layanan "monopoli" untuk transportasi ke tujuan lain di luar bandara. Satu-satunya layanan transportasi publik yang ada adalah bus DAMRI dengan tujuan terminal Bungurasih, Pelabuhan Tanjung Perak dan Gresik.

Taxi resmi di bandara Juanda mematok harga yang lebih tinggi daripada taxi argo meter, tarif taxi yang dikenakan kepada penumpang berdasarkan pembagian lokasi atau "zonasi".

Dengan adanya layanan taxi atau ojek online yang masuk ke kota Surabaya, beberapa calon penumpang dari beberapa sumber di internet berusaha untuk mendapatkan layanan ini dengan memesan langsung lewat aplikasi. Baik itu UBER, Go-CAR maupun GRAB. Di saat awal beroperasi mungkin para driver taxi online ini masih bisa mengambil orderan di area bandara Juanda.

Namun seiring waktu, pihak manajemen transportasi online tersebut memberlakukan zona merah untuk kawasan bandara bagi para drivernya. Hal ini untuk mencegah "gesekan" dengan pihak pengelola bandara. 

Secara teori memang masih bisa memesan taxi-taxi online di bandara, karena kalau anda iseng membuka aplikasinya di HP akan tampak sebaran pengemudi yang nampak di layar. Namun, jika anda melakukan pemesanan tidak akan semudah membalik telapak tangan "Orderan" anda akan di pick up oleh pengemudi.

Resiko besar akan dihadapi pengemudi atau driver taxi online jika berani mengambil penumpang di bandara. Kejadian di bandara Adi Sucipto menjadi salah satu preseden buruk yang terjadi. Konon kabarnya, jika ada taxi online yang tertangkap basah mengambil penumpang di bandara Juanda, maka sebagai hukuman adalah mobilnya disuruh berputar-putar keliling bandara hingga bahan bakarnya habis. 

Tak mudah juga bagi penumpang memesan taxi online di bandara karena, saat anda membuka layar HP anda akan ada berpuluh pasang mata yang mengawasi anda. Bisa jadi yang mengawasi anda adalah petugas keamanan bandara, para sopir resmi bandara, atau pihak lainnya.

Saran saya berhati-hati saja jika anda mencoba memesan ojek atau taxi online di bandara Juanda. Resiko terbesar memang tidak di pihak anda, namun di pengemudi. Lebih baik gunakan moda transportasi resmi bandara, atau mengandalkan jemputan teman dan keluarga.

Amankah Menginap di Bandara Juanda Sidoarjo??

Suasana Terminal 2 Bandara Juanda Sidoarjo

Saya sendiri belum pernah menginap karena kemalaman di bandara terbesar di Indonesia timur ini. Namun saya hafal seluk beluknya karena sering mengantar tamu dan teman ke tempat ini. Bandara Juanda terletak di daerah Sedati Sidoarjo dan bukan di Surabaya seperti persepsi kebanyakan orang.

Saat menunggu teman yang dijemput baik itu di terminal 1 maupun di terminal 2, saya sering luangkan waktu untuk melihat "SIKON" bandara ini. Terminal 2 bandara Juanda yang merupakan tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat dengan rute internasional dan domestik untuk maskapai tertentu yakni Garuda dan Air Asia lebih kecil daripada terminal 2 yang notabene adalah terminal domestik atau dalam negeri.

Saat termalam saya pernah di bandara ini adalah jam 11, bus DAMRI yang mengarah ke terminal Bungurasih sudah berhenti beroperasi. Kebanyakan "angkutan gelap" sudah terang-terangan beraksi. Mereka sudah mulai berani mencari calon penumpang di depan pintu keluar kedatangan. Namun saya perhatikan tak ada paksaan dari mereka agar orang yang baru turun pesawat naik mobil mereka.

Tempat aman di terminal 1 jika anda kemalaman atau terpaksa menginap karena berangkat pagi-pagi keesokan harinya adalah di:
1. Hotel Ibis bandara yang letaknya di dekat air mancur terminal 1A dan 1B
(tentu saja harus bayar :-()
2. Kursi kursi di ruang tunggu depan terminal kedatangan
3. Masjid yang letaknya persis di seberang terminal kedatangan 1B (200 meter, lokasinya menyatu dengan area parkir)

Saya tidak menyarankan anda menginap di tempat umum sendirian, kecuali anda sudah siap dengan segala resikonya. Lain halnya jika berombongan minimal 2 orang, bisa diajak bergantian begadang menjaga barang bawaan. 

Sekian artikel saya kali ini semoga bermanfaat bagi anda yang kemalaman atau sengaja hendak bermalam di bandara Juanda Sidoarjo.
 

KE TERMINAL TERBOYO DARI BANDARA AHMAD YANI SEMARANG

Halte BRT di bandara Ahmad Yani Semarang

Tidak seperti di Surabaya atau Jakarta, di bandara Ahmad Yani Semarang tidak kita jumpai bus DAMRI yang menghubungkan bandara dengan terminal bus terdekat. Yang ada hanya taxi resmi bandara dan beberapa agen travel.

Namun jika anda lagi bokek atau tipis isi dompet anda bisa naik bus trans Semarang atau BRT yang letak haltenya sekitar 300 meter dari pintu keluar bandara. Sekitar 200 meter dari gapura bandara. Hanya dengan 3 ribu rupiah saja anda sudah bisa menjelajah kota Semarang. Tak perlu memiliki kartu BRT layanan transportasi ini masih menerima pembayaran secara tunai.

Bus BRT yang melewati bandara Ahmad Yani ini biasanya yang berwarna merah dengan ukuran sedang atau biasa kita sebut bus 3/4. Beberapa bulan terakhir saya tidak lagi melihat petugas BRT yang berjaga dalam halte kecil tersebut.

Halte tersebut sangat kecil hanya bisa menampung 4 orang dengan bangku panjangnya, jika hujan alamat dah calon penumpang yang menunggu akan basah karena tempat itu tidak sepenuhnya tertutup. Ironi sebenarnya, fasilitas umum yang nampaknya kurang terawat "atau" memang sengaja dibuat seperti itu agar tak banyak orang menggunakan moda transportasi tersebut.

Anda yang hendak ke terminal Terboyo yang jaraknya kira-kira 15 kilometer dari Bandara Ahmad Yani tidak bisa langsung ke terminal melainkan harus transit di Halte Imam Bonjol, entah mengapa saya kurang tahu??? Padahal jika ditempuh dari arteri yakni keluar area bandara ke arah kiri kemudian lurus saja adalah jalur terpendek menuju terminal. Namun selama ini saya tak pernah mendapati bus BRT dengan tujuan langsung ke Terboyo.

Tunggu saja beberapa saat di halte tersebut, jika nampak bus merah melintas dan berhenti sejenak di halte itu bilang saja tujuan anda kemana. Biasanya jika ke Terboyo saya selalu bilang hendak ke Imam Bonjol untuk kemudian transit ke Terboyo dengan bus lainnya.

Jangan membuang waktu anda terlalu lama di halte tersebut untuk menunggu BRT yang mengarah langsung ke terminal Terboyo karena sejauh pengalaman saya tidak pernah menjumpai. Tanya saja ke petugas yang ada di bus apakah bus itu mampir ke Imam Bonjol, Poncol atau Tawang. Jika iya, segera naik. Dan di halte seperti diatas anda bisa ganti bus.

Lebih baik anda turun dan transit di halte Imam Bonjol karena haltenya lumayan besar dan hampir semua bus BRT akan transit di tempat itu. Sekian informasi dari saya semoga bermanfaat bagi anda yang hendak melanjutkan perjalanan dari bandara Ahmad Yani ke terminal Terboyo Semarang. Silahkan Simak Jadwal BRT, dan Koridor BRT Semarang https://indoinspector.blogspot.com/2017/04/jadwal-tarif-halte-dan-koridor-bus.html.

Amankah Terminal Terboyo Semarang???


Terminal bus Terboyo Semarang


Anda calon penumpang yang ingin menuju terminal Terboyo karena hendak melanjutkan perjalanan ke daerah lain seperti Solo, Surabaya, Kudus, Pati, Rembang, Yogyakarta, Pekalongan, Tasikmalaya dan Jakarta silahkan simak pengalaman berikut ini.

Terminal Terboyo terletak persis di belakang RSI Sultan Agung yang berada di jalan Semarang Demak atau orang sering menyebutnya daerah Kaligawe. Terminal bus ini bisa saya bilang sudah tidak memenuhi syarat sebagai terminal. Ruang tunggu penumpang sangat terbatas, hanya berupa bangku tunggu panjang yang jumlahnya hanya hitungan jari.

Deretan toko atau kios pedagang makanan kecil dan warung makanan terlihat didalam terminal, namun hanya beberapa saja yang kelihatan masih buka lainnya sudah tutup karena sepinya penumpang yang masuk ke terminal ini.
Selain itu kondisi bangunan terminal sudah sangat tidak layak, banyak atap-atap bangunan terminal yang sudah rusak, dan tentu saja bocor di saat hujan. 

Fasilitas penunjang lainnya seperti toilet dan WC umum tidak ada yang GRATIS semuanya harus bayar. Ada dua toilet umum, pertama di sisi pojok kanan pintu masuk terminal sedangkan yang kedua berada di dalam terminal pojok sebelah kiri. Toilet yang terakhir berada di dekat musholla terminal, dimana sepatu atau sandal yang kita taruh pun harus bayar, wakwaw :-(

Bus-bus yang masuk terminal biasanya hanya beberapa saat saja terutama untuk jalur tujuan ke Solo, sedangkan untuk tujuan yang lebih jauh biasanya menunggu jadwal keberangkatan saja. Simak bus-bus apa saja yang beroperasi di terminal Terboyo Semarang DISINI.

Anda yang baru masuk di pintu terminal biasanya disambut oleh cecaran pertanyaan dari para calo bus, bersikap saja yang wajar dan jangan kelihatan bingung. Jawab pertanyaan mereka sewajarnya tanpa menyebut tujuan anda kemana. Jangan mau untuk diajak ke tempat tertentu, apalagi untuk membayar tiket bus yang menjadi tujuan anda. Bayar tiket bus hanya jika telah naik bus kepada kondektur dan bukan kepada yang lain.

Jika anda terpaksa bertanya, tanya saja kepada penjaga toko sambil membeli barang dagangannya sewajarnya, air mineral atau obat masuk angin. Mereka biasanya terbuka dan tidak memiliki maksud apa-apa terhadap penumpang. Jarang sekali terlihat petugas terminal, jadi jangan berharap kehadiran mereka di terminal tersebut.

Warung angkringan di terminal Terboyo Semarang

Jika anda lapar, beli saja makanan di warung angkringan dekat pintu masuk terminal sebelah kanan. Namun sayang buka hanya saat sore sampai malam hari saja, menurut saya itu adalah tempat paling aman di terminal Terboyo. Di warung itu biasanya berkumpul para sopir dan kernet bus, jika anda iseng coba tanyakan bus yang hendak anda naiki. Ibu pemilik warung angkringan adalah teman baik saya, karena setiap saat saya datang ke Terboyo tak lupa saya hampiri warungnya dan makan sepuasnya dengan harga murah di tempatnya.

Jika hari sudah malam, diatas jam enam sore saya tidak merekomendasikan anda untuk masuk area terminal karena faktor keamanan yang tidak terjamin. Apalagi untuk wanita, mending anda menunggu bus di dekat pintu luar masuk terminal di samping RSI Sultan Agung, daerah tersebut relatif jauh lebih aman daripada anda harus masuk jauh ke terminal Terboyo. Di tempat tersebut anda akan menjumpai banyak sekali calon penumpang yang sedang menunggu bus incarannya.

Sekian pengalaman saya selama menjelajahi terminal Terboyo Semarang semoga bermanfaat bagi sobat sekalian.

Transportasi dari Bandara Juanda ke Stasiun Surabaya Gubeng


Stasiun Surabaya Gubeng


Anda yang ingin melanjutkan perjalanan dari bandara Internasional ke Stasiun Surabaya Gubeng silahkan simak TIPS berikut ini. Jarak antara dua tujuan diatas sekitar 14 dan memakan waktu kurang lebih 55 menit jika lalu-lintas normal. 

Tidak ada jalan tol yang menghubungkan kedua tempat ini, jaraknya masih lumayan jauh jika kita turun exit tol Satelit, Gunung Sari maupun Dupak.
Letak Stasiun Gubeng sendiri berada di jantung kota Surabaya, sekitar satu kilometer dari Gedung Grahadi dan Kantor Walikota Surabaya. Berjarak 100 meter dari wisata Monkasel atau Monumen Kapal Selam. 

Stasiun Gubeng sendiri memiliki dua gerbang yakni gerbang keberangkatan kereta jarak dekat yang dekat dengan hotel Sahid dan untuk kereta jarak terletak di belakang didaerah Gubeng Masjid.

Jika anda hendak transit dari bandara Juanda untuk kemudian naik kereta dari stasiun Gubeng minimal jarak antara kedatangan pesawat anda dan jadwal keberangkatan kereta adalah 1.5 jam tidak kurang dari itu. Itupun jika anda naik taxi bandara dan tidak menggunakan transportasi lainnya. 

Jika anda ingin berhemat uang perjalanan, maka cara untuk sampai ke stasiun Surabaya Gubeng dari Bandara Juanda adalah sebagai berikut:
1. Naik bus DAMRI ke terminal Bungurasih (ongkos Rp 25.000,-/ orang)
2. Turun terminal Bungurasih cari terminal bus dalam kota kemudian cari bus ke arah Joyoboyo dengan ongkos Rp 6.000,-/ orang
3. Anda turun saja di depan terminal jangan didalam, kemudian anda cari saja angkot T2 atau F dengan ongkos Rp 6.000,-/ orang
Maka total biaya adalah Rp 37.000,-/ orang 

Waktu tempuh dari bandara Juanda ke stasiun Pasar Turi dengan angkutan umum seperti diatas bisa diatas 2 jam. Nah sekarang sobat tentukan saja sendiri pengen naik apa, jika tidak terburu waktu anda bisa naik angkutan umum. Namun jika jam mepet agaknya taxi bandara menjadi pilihan satu-satunya. Tarif taxi bandara dari Juanda ke Stasiun Surabaya Gubeng mungkin sekitar 150 ribu rupiah saja.

Atau bisa saja anda turun dari DAMRI Bandara di terminal Bungurasih kemudian mencari ojek atau taksi online dengan biaya kira-kira sampai ke stasiun Gubeng 50 ribu rupiah saja. Tentunya lebih cepat dan aman daripada harus oper naik angkutan dua kali. Semoga tips ini bermanfaat bagi anda.

Transportasi dari Bandara Juanda ke Stasiun Pasar Turi



Terminal 1 Bandara Juanda
Anda yang ingin melanjutkan perjalanan dari bandara Internasional ke Stasiun Surabaya Pasar Turi silahkan simak TIPS berikut ini. Jarak antara dua tujuan diatas sekitar 21 kilometer jika ditempuh lewat jalan TOL mungkin hanya berbeda sedikit jika harus melalui tengah kota. Jika ditempuh lewat jalan tol dan turun di exit tol DUPAK akan memakan waktu kurang lebih 45 menit jika lalulintas normal.

Namun perlu diingat sebagaimana halnya Jakarta kondisi lalu lintas di Surabaya tidak bisa ditebak sekalipun anda lewat jalan TOL. Tidak menjadi masalah jika anda tidak diburu dengan jadwal kereta yang masih jauh namun jika anda naik kereta dengan jadwal yang mepet anda patut waspada. Karena setelah exit tol Dupak biasanya jalanan akan macet hingga perempatan Demak. 

Saran saya minimal jarak antara kedatangan pesawat anda dan jadwal keberangkatan kereta adalah 2 jam tidak kurang dari itu, sebenarnya satu jam masih aman namun anda bisa "sport jantung" jika sampai ada macet di jalan. Itupun jika anda naik taxi bandara dan tidak menggunakan transportasi lainnya. 
Stasiun Surabaya Pasar Turi
Jika anda ingin berhemat uang perjalanan, maka cara untuk sampai ke stasiun Pasar Turi dari Bandara Juanda adalah sebagai berikut:
1. Naik bus DAMRI ke terminal Bungurasih (ongkos Rp 25.000,-/ orang)
2. Turun terminal Bungurasih cari terminal bus dalam kota kemudian cari bus Patas P5 (jurusan Jembatan Merah via PGS, Tugu Pahlawan) ongkos Rp 8.000,-/ orang
3. Turun tepat di depan Pasar Turi Baru atau seberang PGS, anda bisa naik becak ke stasiun dengan ongkos max 15.000,- atau jalan kaki kalau barang bawaan tidak banyak, jarak sekitar 300 meter. Anda harus menyeberang dulu ke arah PGS (Pusat Grosir Surabaya kemudian dari perempatan belok ke kiri).

Maka total biaya adalah Rp 33.000,-/ orang minus ongkos becak

Waktu tempuh dari bandara Juanda ke stasiun Pasar Turi dengan angkutan umum seperti diatas bisa jadi sekitar 2 jam (bus DAMRI biasanya ngetem menunggu penumpang di bandara sedangkan bus P5 patas biasanya ngetem di terminal sampai penumpang penuh atau jam tunggu habis biasanya 30 menit).

Nah sekarang sobat tentukan saja sendiri pengen naik apa, jika tidak terburu waktu anda bisa naik angkutan umum. Namun jika jam mepet agaknya taxi bandara menjadi pilihan satu-satunya. Tarif taxi bandara dari Juanda ke Stasiun Pasar Turi mungkin sekitar 175 ribu rupiah saja.

ADLOFT MEDIA

Advertising

Advertising

PROMO TARIF

PROMO TARIF

Popular Posts

Total Pageviews

Indoinspector. Powered by Blogger.

DMCA

DMCA