Jalan Gula Bagian Dari Kota Lama Surabaya yang Terpinggirkan

Tak semua orang Surabaya tahu dengan pasti dimana keberadaan jalan ini. Termasuk saya yang warga asli Surabaya, lahir dan besar di kota Pahlawan ini.
Entah siapa yang mempopulerkan jalan ini sebagai lokasi atau obyek foto keren seperti sekarang. Bisa jadi seorang blogger, traveller atau backpacker yang menjadikan tempat ini populer seperti sekarang.

Tempat ini atau jalan Gula, berada di daerah Bongkaran, Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur 60161. Hanya 100 meter saja dari Jembatan Merah dan Kya Kya Kembang Jepun. Dari luar kota anda bisa tempuh dari terminal bus Bungurasih kemudian naik bus kota ke Jembatan Merah baik Patas lewat tol atau biasa yang lewat tengah kota. Turun di depan Jembatan Merah Plaza lalu menyeberangi Jembatan Merah dan berbelok ke gang sebelah kanan setelah jembatan.

Jalan Gula sendiri berada di lokasi kota Lama Surabaya dimana di area tersebut bernama Bongkaran karena memang banyak terjadi aktifitas bongkar muat barang grosir di pusat perkulakan Kembang Jepun. Menyusuri daerah tersebut anda akan bertemu dengan bangunan bangunan tua tak terawat di sebelah kiri jalan Gula ada Klenteng Tua, tak nampak sama sekali jika di daerah itu ada obyek foto terkenal.

Jalan Gula sendiri adalah sebuah jalan atau gang kecil berukuran 1.5 meter yang tembus dengan perkampungan di belakangnya. Tembok lusuh dari bangunan di sisi samping gang menambah kesan tua, begitu juga jendela rusak dan dinding bata tembok yang mulai lapuk. Oleh sebagian pemburu foto atau foto hunter dan traveller blogger tempat ini memiliki kesan tersendiri, tak jarang foto foto pre wedding juga dilakukan di tempat ini.

Saya kurang tahu persis kondisi keamanan daerah ini sekarang, namun dulu wilayah ini terkenal rawan kejahatan mengingat daerahnya yang sepi dari aktifitas saat malam menjelang. Saya tak menyarankan anda mendatangi tempat ini saat malam hari kecuali jika berombongan. Ada baiknya saat sore dan pagi hari dimana aktifitas di sekitarnya belum terlalu ramai.

Sangat disayangkan memang jalan Gula sebagai bagian dari sejarah Kota Lama Surabaya tidak mendapat perhatian khusus pemkot Surabaya sebagai tempat untuk menarik wisatawan luar daerah. Jika saya bandingkan dengan wisata kota Tua Jakarta dan Kota Lama Semarang, maka Surabaya ketinggalan beberapa langkah.

Hmm andaikata bu Risma dan jajarannya bisa lebih aware dan perhatian akan hal ini, bisa jadi kawasan Kota Tua Surabaya saat malam hari tidak akan sepi seperti sekarang melainkan dipenuhi wisatawan untuk berlibur seperti yang saya lihat di Jakarta dan Semarang. Di sisi lain pendapatan daerah Surabaya dari sisi pariwisata juga akan meningkat.

JADWAL, NAMA DAN TARIF KERETA API DARI JAKARTA KE YOGYAKARTA TERBARU TAHUN 2017








Kereta ekonomi berhenti di stasiun Prujakan Cirebon

Anda yang ingin berlibur dan menikmati suasana kota Gudeg Yogyakarta apalagi jalan jalan di Malioboro seperti lagu legendaries KLA Project “Yogyakarta” tidak ada salahnya menyimak info berikut ini.

Berikut adalah nama-nama kereta api dan jadwal serta harga tiket dari Jakarta ke Yogyakarta menurut GAPEKA terbaru April 2017:

EKSEKUTIF
1. Taksaka Pagi (dari Gambir jam 08.30, sampai Jogja jam 16.25)
2. Taksaka Malam (dari Gambir jam 20.45, sampai Jogja jam 04.15) 3. Argo Lawu (dari Gambir jam 20.15, sampai Jogja jam 03.48) 4. Argo Dwipangga (dari Gambir jam 08.00, sampai Jogja jam 15.39) 5. Gajayana (dari Gambir jam 17.40, sampai Jogja jam 01.47) 6. Bima (dari Gambir jam 16.30, sampai Jogja jam 00.40)
BISNIS
1. Fajar Utama Jogja (dari Pasar Senen jam 06.15, sampai Jogja jam 14.35)
2. Senja Utama Jogja (dari Pasar Senen jam 19.00, sampai Jogja jam 03.13)
3. Senja Utama Solo (dari Pasar Senen jam 20.00, sampai Jogja 05.53)  
4. Gajahwong (dari Pasar Senen jam 06.45, sampai Jogja jam 14.53)

EKONOMI
1. Progo (dari Pasar Senen jam 22.20, sampai Lempuyangan jam 06.38)
2. Bengawan (dari Pasar Senen jam 11.20, sampai Lempuyangan jam 19.42)
3. Gaya Baru Malam Selatan (dari Pasar Senen jam 10.15, sampai Lempuyangan jam 19.14)
4. Jaka Tingkir (dari Pasar Senen jam 12.00, sampai Lempuyangan jam 20.41)

5. Singasari (dari Pasar Senen jam 12.25,  sampai Lempuyangan jam 21.23)
6. Bogowonto (dari Pasar Senen jam 21.45, sampai Lempuyangan jam 05.52)
7. Gajahwong (dari Pasar Senen jam 06.45, sampai Jogja jam 15.00)

Harga tiket kereta diatas berkisar:
Eksekutif : 335-380 ribu
Bisnis : 170-265 ribu
Ekonomi dan ekonomi plus: 74-300 ribu

Kereta ekonomi yang berhuruf  tebal adalah kereta api ekonomi regular non PSO artinya tidak mendapat subsidi pemerintah. Karena itu harga tiketnya bisa jadi lebih mahal daripada kelas bisnis sekalipun.


DAFTAR, JADWAL DAN TARIF TIKET KERETA API DARI JAKARTA KEDIRI




Kediri adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur terletak kurang lebih 120 km, jika ditempuh dengan menggunakan mobil dari Surabaya kurang lebih 2.5-3 jam. Kediri terkenal dengan oleh oleh berupa tahu kuning dan gethuk pisangnya.

Namun tentu saja yang menjadi ikon Kediri adalah adanya pabrik rokok yang terkenal di Indonesia yakni PT GUDANG GARAM. Jika anda hendak ke Kediri dari Jakarta, alternatif pilihan terbaik adalah naik kereta api. Beberapa pilihan kelas kereta tersedia yakni kelas eksekutif dan ekonomi. Dengan waktu tempuh kira-kira 13-14 jam dari Jakarta ke Kediri dan sebaliknya.

1.  Kereta Api Eksekutif GAJAYANA
Berangkat dari Jakarta (Stasiun Gambir) pukul 17.40
sampai  Kediri (Stasiun Kediri) pukul 06.16
Berangkat dari Kediri (Stasiun Kediri) pukul 16.15
Sampai ke Jakarta (Stasiun Gambir) pukul 04.27

Tarif kereta api ini adalah antara Rp 435.000,00 - Rp 535.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

2.  Kereta Api Ekonomi SINGASARI
Berangkat dari Jakarta (Stasiun Pasar Senen) pukul 12.25
sampai  Kediri (Stasiun Kediri) pukul 02.17
Berangkat dari Kediri (Stasiun Kediri) pukul 07.51
Sampai ke Jakarta ((Stasiun Pasar Senen)  pukul 22.33

Tarif kereta api ini adalah antara Rp 225.000,00  bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, harga tidak berubah pada hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

3.  Kereta Api Ekonomi MATARMAJA
Berangkat dari Jakarta (Stasiun Pasar Senen) pukul 15.15
sampai  Kediri (Stasiun Kediri) pukul 14.43
Berangkat dari Kediri (Stasiun Kediri) pukul 20.25
Sampai ke Jakarta ((Stasiun Pasar Senen)  pukul 09.20

Tarif kereta api ini adalah antara Rp 109.000,00  bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, harga tidak berubah pada hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

4.  Kereta Api BRANTAS
Berangkat dari Jakarta (Stasiun Pasar Senen) pukul 17.00
sampai  Kediri (Stasiun Kediri) pukul 06.38
Berangkat dari Kediri (Stasiun Kediri) pukul 14.04
Sampai ke Jakarta ((Stasiun Pasar Senen)  pukul 03.54

Tarif kereta api ini adalah antara Rp 84.000,00  bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, harga tidak berubah pada hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

5.  Kereta Api MAJAPAHIT
Berangkat dari Jakarta (Stasiun Pasar Senen) pukul 18.15
sampai  Kediri (Stasiun Kediri) pukul 07.00
Berangkat dari Kediri (Stasiun Kediri) pukul 21.18
Sampai ke Jakarta ((Stasiun Pasar Senen)  pukul 10.08

Tarif kereta api ini adalah antara Rp 220.000,00  bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

DAFTAR, JADWAL DAN TARIF TIKET KERETA API DARI JAKARTA MALANG




Sobat yang ingin berlibur atau berkunjung ke kota Malang dari ibukota Jakarta sebenarnya ada beberapa alternatif pilihan transportasi, yakni naik bus, kereta api atau pesawat terbang. Sebenarnya naik pesawat terbang bisa jadi pilihan tepat karena lebih cepat sampai dan efesien. Namun yang menjadi kendala adalah penerbangan dari Jakarta ke Malang jadwalnya tidak terlalu banyak seingat saya hanya 4 kali penerbangan saja.

Belum lagi letak geografis kota Malang yang berada di dataran tinggi dimana penerbangan hanya sampai sore hari saja karena disaat malam tidak memungkinkan pendaratan karena factor cuaca dan tempat. Pilihan selanjutnya adalah naik bus, pilihan ini bisa jadi adalah yang terakhir karena jarak tempuh Jakarta Malang yang lumayan jauh, dengan kereta api saja bisa mencapai 14 jam apalagi menggunakan bus yang terkendala kondisi lalu lintas di jalan. Bisa jadi 20-24 jam baru sampai di tempat tujuan.

Kereta api mungkin menjadi pilihan yang logis dan terbaik, karena dari segi waktu tempuh yang standard kecuali ada force major yakni 14 jam lamanya. Begitu juga dengan kelas kereta, dimana ada beberapa pilihan yakni kelas ekonomi, ekonomi plus dan eksekutif. 

Berikut saya bagikan Daftar, Jadwal dan Tarif Kereta Api dari Jakarta ke Malang dan sebaliknya:

1.  Kereta Api Eksekutif BIMA
Berangkat dari Jakarta (Stasiun Gambir) pukul 16.30
sampai  Malang (Stasiun Malang) pukul 08.15
Berangkat dari Malang (Stasiun Malang) pukul 14.25
Sampai ke Jakarta (Stasiun Gambir) pukul 05.43

Tarif kereta api ini adalah antara Rp 265.000,00 - Rp 570.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

2.  Kereta Api Eksekutif GAJAYANA
Berangkat dari Jakarta (Stasiun Gambir) pukul 17.40
sampai  Malang (Stasiun Malang) pukul 09.06
Berangkat dari Malang (Stasiun Malang) pukul 13.30
Sampai ke Jakarta (Stasiun Gambir) pukul 04.27

Tarif kereta api ini adalah antara Rp 265.000,00 - Rp 570.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

3.  Kereta Api Ekonomi JAYABAYA
Berangkat dari Jakarta (Stasiun Pasar Senen) pukul 13.00
sampai  Malang (Stasiun Malang) pukul 02.42
Berangkat dari Malang (Stasiun Malang) pukul 11.45
Sampai ke Jakarta (Stasiun Pasar Senen) pukul 01.34

Tarif kereta api ini adalah antara Rp 220.000,00 - Rp 260.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

4. Kereta Api Ekonomi MAJAPAHIT
Berangkat dari Jakarta (Stasiun Pasar Senen) pukul 18.15
sampai  Malang (Stasiun Malang) pukul 10.05
Berangkat dari Malang (Stasiun Malang) pukul 18.30
Sampai ke Jakarta (Stasiun Pasar Senen) pukul 10.08

Tarif kereta api ini adalah antara Rp 220.000,00 - Rp 260.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

5.  Kereta Api Ekonomi MATARMAJA
Berangkat dari Jakarta (Stasiun Pasar Senen) pukul 15.15
sampai  Malang (Stasiun Malang) pukul 07.51
Berangkat dari Malang (Stasiun Malang) pukul 17.30
Sampai ke Jakarta (Stasiun Pasar Senen) pukul 09.20

Tarif kereta api ini adalah Rp 109.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, tiket berharga sama pada hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

SEPINYA ORDER GOJEK "INIKAH AKHIR MIMPI MANIS OJEK ONLINE"


Tak terasa sudah lebih dari enam tahun Gojek moda transportasi berbasis aplikasi menemani keseharian masyarakat Indonesia. Terobosan fenomenal karya anak bangsa ini diawal awal tahun berdirinya membuat terbelalak banyak kalangan karena terbukti bisa memberikan nilai tambah bagi pengemudi atau driver dan bagi penggunanya.

Cerita dan pengalaman para driver ojek online ini bisa meraup penghasilan yang "LUMAYAN" menghiasi berbagai surat kabar dan media elektronik serta media sosial online. Di tahun tahun awal rata-rata pengemudi ojek online bisa membawa uang bersih diatas 200 ribu rupiah per harinya.

Namun seiring waktu, banyak pesaing baru muncul seperti Uber, GRAB, OKEJek, Jeger, Blujek, Ojek Syari, dll maka kue rejeki itupun akhirnya terbagi-bagi. Khusus untuk Grab dan Uber adalah kompetitor paling sengit diantara yang lain. Dengan nama dan dukungan teknologi serta finansial yang mapan keduanya menjadi pesaing utama Gojek.

Di samping pesaing utama itu, driver gojek juga mendapat pesaing internal yakni sesama driver. Penerimaan driver baru adalah sebab utamanya, bertambah banyaknya pengemudi Gojekb menjadikan porsi rejeki semakin tak karuan.

Apalagi kebijakan internal perusahaan yang dari waktu ke waktu semakin menghimpit pengemudi, pengurangan jumlah Bonus, pengurangan jumlah Point untuk masing-masing trip semakin menyulitkan pengemudi mendapatkan bonus harian. Point yang didapat untuk Go Ride kini hanya 1 untuk setiap kali tarikan tanpa mengindahkan jarak, walaupun sebagai kompensasinya jumlah uang cash yang didapat sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.

Di sisi pelanggan pun nampaknya terjadi pergeseran, tarif Gojek yang lebih tinggi dari yang lain paling tidak menjadi penyebab berpalingnya mereka ke pesaing yang lain. Begitu juga minimnya promo promo dari Gojek mungkin sedikit memberikan andil terhadap sepinya orderan.

Namun dugaan terkuat adalah aplikasi Gojek untuk driver tidak lagi mengirim atau membroadcast order dari customer secara menyeluruh melainkan ke beberapa driver saja yang memiliki kriteria tertentu saja diantaranya rating atau performa, perhitungan jarak, dll. Dugaan ini adalah yang paling kuat diantara faktor yang lain.

Kenapa sampai terjadi hal sedemikian? Driver juga dituding sebagai penyebabnya, ada diantara driver yang bermain curang yakni mengoprek HP dan aplikasi standard Gojek. Memakai fake GPS yang bisa mengacaukan posisi, dll. Itulah kenapa banyak kita dengar driver Gojek yang kena SUSPEND massal atau bahkan PM (Putus Mitra). Hal itu bahkan menimpa tanpa pandang bulu kepada driver yang jujur dan taat pada peraturan.

Sepinya order Gojek ini mulai terjadi sesudah lebaran 2017 kemarin hingga saat ini sudah hampir dua bulan berselang. Hal ini diyakinkan dari pengakuan beberapa teman saya yang juga driver Gojek di Surabaya, Semarang dan Jakarta. Untuk yang di Surabaya teman saya berkata sehari dia hanya mendapatkam 2 kali orderan saja. Begitu juga dengan yang di Semarang. Miris sekali mendrngarnya, khususnys untuk teman yang menjadikan hal itu sebagai pekerjaan utamanya.

Well, sekali lagi sangat susah memang membuat sistem secara database atau komputerisasi terhadap sekian puluh ribu driver, apalagi menyangkut performa dan pembagian order secara online. Entah algoritma apa dibalik itu saya pun tak paham :-)


Kereta Api Kalijaga "Angkutan Murah Solo Semarang" Bagian 2

Suasana dalam gerbong KA Kalijaga Solo-Semarang

Segera saya masuk ke gerbong no 1 persis dibelakang lokomotif, namun tak lupa mampir ke toilet sebentar untuk cuci muka. Kondisi toilet masih bersih dan tidak berbau. Mungkin untuk kereta dengan jarak menengah seperti ini penumpang jarang sekali yang menggunakannya.

Saya lantas mencari tempat duduk no 19D, saya hafal betul jika dapat seat atau kursi D dan E maka dalam satu bangku panjang hanya ada dua penumpang saja tidak seperti bangku A, B dan C. Ternyata ada dua orang bule di tempat duduk saya entah apa yang mereka lakukan, nampaknya sedang mengatur carrier yang mereka bawa. Setelah menempatkan tas bawaanya di atas tempat duduk dan di lokasi duduk seberangnya mereka segera berlalu. Hmm rupanya nitip tas doank :-) 


Fasilitas di kereta ini tak berbeda dengan kereta ekonomi jarak menengah dan jarak jauh lainnya, dengan konfigurasi tempat duduk 2 dan 3 dan total penumpang 106 dalam satu gerbong. Bangku tegak dengan bantalan keras, pendingin udara yang berfungsi dengan baik saat awal sampai akhir perjalanan, colokan listrik di dinding kereta pada masing masing kursi.

Tepat pukul 05.20 kereta Kalijaga berangkat dari Stasiun Solo Balapan dan akan sampai di Semarang 2.5 jam kemudian. Dari 4 seat dibangku 19 dan 20 hanya 3 seat saja yang terisi. Segera saya siapkan masker dan jaket untuk persiapan tidur selama perjalanan. Pendingin udara disetting tidak terlalu dingin namun tetap nyaman dan sejuk bagi penumpang.

Sempat terlelap sebentar, polsuska membangunkan penumpang untuk pemeriksaan tiket saat kereta hendak memasuki stasiun Salem. Segera setelah petugas menjepret tiket kereta saya lanjutkan mimpi saya, bantalan kursi yang keras membuat tak nyaman tidur saya, dengan berat badan yang sudah overweight seperti sekarang sungguh tak nyaman naik kereta, pantat mulai panas di satu jam terakhir perjalanan. 


Saya sempat amati suasana diluar, hamparan lahan petani menguning gersang dan kebanyakan dari mereka rupanya sedang menanam bibit tembakau yang memang cocok untuk ditanam di musim kering seperti sekarang. 

Tak lama berselang kereta memasuki stasiun Brumbung, sudah lama saya tak melintasi stasiun ini, stasiun ini biasanya dilintasi kereta jalur Selatan seperti Gaya Baru Malam Selatan, Brantas dan Matarmaja. Penumpang masih banyak tersisa, rupanya tujuan akhir mereka kebanyakan adalah Semarang.


Beberapa menit kemudian announcer kereta memberitahukan bahwa kereta akan segera masuk Stasiun Tawang. Rupanya benar, saya lihat diluar hamparan tambak atau kolam ikan serta tangki tangki besar berwarna putih milik Pertamina terlihat di kejauhan. Lima menit kemudian KA Kalijaga dari Solo tujuan akhir Semarang merapat di jalur 5 stasiun Semarang Tawang, sementara di jalur 1 kereta api Menoreh tujuan Surabaya Pasar Turi segera siap diberangkatkan.

Saya pun bergegas turun sambil sesekali mengambil beberapa jepretan foto mengabadikan kereta yang saya naiki dan situasi stasiun Semarang Tawang tersebut.
 
 
Setelah keluar pintu utama segera saya berjalan menuju poulder atau kolam besar di depan stasiun untuk memesan ojek online langganan saya. [simak naik Gojek dari Stasiun Tawang Semarang]

Artikel Unggulan

PENGHASILAN 100$ PERTAMA DARI PROPELLER ADS

Transfer Propellerads ke akun Paypal saya Sebagai seorang blogger tidak munafik bahwa tujuan saya adalah memonetisasi blog milik saya. ...

DMCA

DMCA