UPDATED TERBARU!!! PEMBAYARAN PROPELLERADS KINI SUPPORT PAYPAL

Propellerads kini  mendukung pembayaran dengan Paypal

Sudah hampir 4 tahun memasang iklan Propellerads di blog, namun sampai saat ini saya belum pernah payout. Hal ini dikarenakan nilai payoutnya yang lumayan tinggi yakni sebesar 100$ US untuk pembayaran dengan menggunakan Payoneer, Webmoney, ePayment dan 500$ US untuk wire atau bank transfer.

Sekarang nilai earning akun Propellerads milik saya sudah mencapai 90$ US ini berarti kurang 10 dollar lagi akan bisa payout, namun ada kebimbangan karena dari model pembayaran yang ada tidak mendukung layanan menggunakan Paypal. Sedangkan model pembayaran diatas saya tidak familiar sama sekali. Silahkan coba daftar menjadi publisher Propellerads disini.


Saya pernah mendaftar dan mendapat kartu Payoneer beberapa tahun lalu namun belum mengaktifkannya sampai saat ini karena takut dengan nilai potongan yang diberikan. Sedangkan dengan webmoney saya juga sudah mencoba mendaftar namun terkendala prosesnya yang cukup ribet sehingga tidak saya lanjutkan lagi.

Email resmi dari Media Buyer Propellerads
Namun baru beberapa menit lalu saya mendapatkan email resmi dari Media Buyer Propellerads bernama Karina bahwasanya Propellerads kini mendukung atau support pembayaran dengan menggunakan Paypal. Ah betapa senangnya hati saya karena dengan menggunakan Paypal tidak perlu repot-repot lagi membuat akun prosesor payment yang lain. [Simak mudahnya withdraw PAYPAL ke bank lokal]

Segera saya buat payment method atau metode pembayaran dengan menggunakan Paypal dengan mengisi form di tab Profile pada dashboard akun Propellerads. Mudah-mudahan beberapa hari lagi saya bisa segera payout Propellerads dengan menggunakan Paypal. 

Namun agaknya saya harus bersabar lebih banyak lagi karena Propellerads menganut sistem pembayaran net 30 dimana setelah proses payout maka saldo akan ditransfer setelah 30 hari setelahnya. Sedangkan proses earning saldo adalah setiap tanggal 1-10 awal bulan.



Artikel terkait: Penghasilan Seorang BloggerTidak Mudah Mencari Uang di InternetPenghasilan Pertama dari PopCashPopcash bukan Scam dan Terbukti MenghasilkanLegitnya Mobicow CPM untuk Mobile Trafik

Pengalaman Naik Bus Malam EKA "Catatan Perjalanan 19 Mei 2017"

Bus EKA melintas di bypass Krian Sidoarjo

Semarang-Surabaya dan sebaliknya kini bukan menjadi jalur asing bagi saya, dulu selama lebih lima tahun kursi keras kereta api kelas ekonomi menjadi tempat tidur ketiga bagi saya.

Bukan tanpa alasan saya lebih memilih pulang ke Surabaya menggunakan transportasi bus daripada kereta atau pesawat terbang. Kisah dalam perjalanan yang saya dapat adalah hal berharga didalamnya.

Setelah beberapa jam duduk sendirian di kursi nomer dua dari belakang sopir semenjak dari Semarang, rupanya malam itu ada sedikit kisah lucu dan haru yang saya dapat.


Lepas dari rumah makan Duta Ngawi,  saya sempat mendengar seseorang di kursi belakang bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Inggris. Entah dia bicara dengan orang di sebelahnya atau dengan orang lain di ujung telepon. Sangat aneh memang, logatnya pun logat Inggris Indonesia. Saya pikir mungkin TKI pulang kampung yang ditelepon oleh majikannya.

Hingga akhirnya ditengah lelap tidur saya, saya mencium bau badan orang lain duduk di kursi sebelah.  Bau parfum yang wangi dan agak aneh, bahkan terlalu wangi untuk ukuran cewek cantik sekalipun. Di tengah remang lampu tidur bus EKA samar samar saya lihat perempuan berambut lurus panjang duduk di sebelah saya, namun sekali lagi agak aneh kalau dia benar-benar perempuan.

Saya pun cuek saja akhirnya, rasa kantuk menahan keingintahuan lebih lanjut. Nampak dia duduk tak tenang diatas kursinya. Nyala lampu HP nya sesekali memendar kemana-mana membuat tidur saya jadi tak tenang. 

Hingga memasuki daerah Mbrakan Kertosono dia menelepon seseorang dan speaker teleponnya dinyalakan, haaaa dia memakai bahasa Inggris dengan logat aneh sementara di ujung telepon terdengar suara manja laki laki paruh baya.
Suasana didalam bus EKA Solo-Surabaya
Penasaran dengan apa yang terjadi saya buka mata lebar lebar dan eng ing eng sekilas saya sempat lihat ternyata seseorang di samping saya adalah W...A. Berambut lurus panjang mengenakan kaos u can see dengan lengan tangan yang cukup gempal dan celana tiga perempat namun memakai tas jinjing cewek warna putih yang terlihat cukup kontras dengan kenyataan yang ada.

Saya hanya tersenyum kecil dalam hati sambil berdoa cepat cepatlah dia turun dan beranjak dari kursi di sebelah saya.  Syukurlah memasuki daerah Jombang kegelisahan semakin memuncak mungkin sudah tak tertahankan seperti yang dia nyatakan kepada kekasihnya tadi di ujung telepon.

Akhirnya di daerah Pasar Legi Jombang,  si mbak mbak itu turun dari kursi sebelah saya, dan dengan cepat saya tempati kursinya dan kursi sebelahnya saya isi dengan tas punggung agar tidak ada penumpang lain pindah ke kursi tersebut.  Apalagi yang aneh aneh seperti yang barusan turun :-)

Suka Duka Driver Ojek Online "Kala dimana Penumpang adalah Raja"


Internet memang mengubah segala sendi kehidupan manusia,  dari kota desa hingga pelosok daerah terpencil sudah dirambahnya. Seakan tak ada batasan lagi di belahan dunia satu dengan yang lain.

Perkembangan ini juga merambah ke dunia transportasi yang selama ini masih offline akhirnya terdobrak pakem lamanya menjadi online dengan segala kelebihannya.  Penumpang dulu harus berpanas panas menunggu angkutan umum sekarang tinggal nyalakan aplikasi di telepon pintarnya dan mobil pesanan akan tiba tanpa perlu repot pesan lewat customer service seperti transportasi darat konvensional.

Kini semua segi kehidupan hampir terlayani dengan adanya aplikasi bernama Gojek, Grab,  Uber,  dll.  Mulai dari taxi motor,  taxi mobil,  jasa antar barang dan makanan,  jasa pembersihan rumah,  pijat,  dll sekarang tinggal klik dan sim salabim dalam sekejab apa yang anda inginkan terpenuhi.

Ya semua kemudahan itu ada di satu genggaman saja,  tak perlu keluar rumah repot repot untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan kuliner favorit anda. Apa yang anda inginkan akan siap diantar sesuai dengan pesanan anda. Namun sebagai manusia anda harusnya menyadari siapa orang orang dibalik semua itu. Mereka yang rela berhujan-hujan,  berpanas-panas,  atau bahkan antri berjam-jam untuk mendapatkan barang yang amda inginkan.

Pengalaman ini saya tulis berdasarkan kenyataan apa yang dialami rekan dan sobat sebagai pengemudi ojek online Gojek. Beberapa hari yang lalu kebetulan saya menginap di rumah kontrakan teman yang kebetulan sehabis pulang kerja bekerja sambilan sebagai driver Gojek. Berangkat jam 7 malam,  kedua sobat tersebut baru pulang sekitar setengah dua belas malam.

Saya terbangun karena kedatangan mereka yang hampir tengah malam. Satu diantaranya sehabis bersih bersih menceritakan pengalaman yang bisa dibilang "Naas" malam itu.  Mendapat 3 kali orderan Go-food semua warung makannya sudah tutup,  hingga dia masih berharap di orderan terakhirnya dia beruntung. Rupanya go food sedang ramai Kamis petang itu yang kebetulan tanggal merah.

Seorang cewek memesan menu fried chicken di kedai A namun naas kedai tersebut juga tutup namun dia tidak putus asa,  dia kembali menghubungi si pemesan dan mengatakan apakah orderannya bisa dibelikan di kedai lain dan diiyakan oleh si pemesan. Tak lama menunggu,  sepotong ayam goreng dengan nasi dan kentang goreng sudah ditangan,  saat akan menerima nota pembelian alangkah terkejutnya teman saya menerima kenyataan bahwa cewek yang mengorder ayam goreng itu membatalkan pesanannya.

Dia berusaha menghubungi si cewek namun naas ternyata aplikasi GoJek sangat berpihak kepada pengguna bukan kepada driver, history percakapan dan nomer telepon dengan pelanggan akan hilang setelah order selesai atau order di Cancel.  Ya,  hanya bisa tersenyum miris melihat ordernya dibatalkan akhirnya teman saya memutuskan untuk mengakhiri perjuangannya malam itu.

Dalam tertawa candaannya dia berkata,  dia akan ikhlas jika konsumen tidak membayar makanan yang sudah dibelikan asalkan tidak membatalkan orderan.  Dalam hati saya tertawa "Opo yo tenan Lek lek...." Karena sudah rugi nombok pula. Paling tidak jika order tidak tercancel dia akan mendapat 2 point go food dan biaya pengiriman sebesar 9 ribu rupiah. Untung saja teman saya satu ini tidak mau ambil pusing dengan apa yang terjadi malam ini.

Saya hanya bisa manggut manggut saja,  kok masih banyak orang orang yang dengan tega hati membuat order TUYUL atau pura pura dan dengan seenak hati membatalkannya di tengah jalan. Coba Mas atau Mbak bayangkan andaikata situ dalam posisi seperti teman saya atau driver Gojek lainnya,  rela berpanas-panas, malam hari keluyuran dan mengantri membelikan makanan pesanan anda dan tiba tiba anda batalkan pesanannya.

Dalam hati saya "S...a rasanya belum pantas bagi anda yang tidak punya rasa kemanusiaan terhadap sesama". Oalah yo nasib. nasib.........

Cara Top Up Go-Pay GoJek di ATM

Prosedur Top Up Go-Pay di ATM BCA

Kadang kita perlu mencoba sesuatu  yang baru agar lebih tahu banyak. Contohnya selama ini saya hanya tahu bahwa top up saldo go pay hanya lewat pengemudi GoJek dan lewat aplikasi secara langsung.

Satu kebetulan atau memang ketidaksengajaan dua hari terakhir ini saya kesulitan mengisi saldo go pay dikarenakan si driver tidak memiliki cukup saldo atau bahkan nilai saldonya nol.  Mudah mudahan saja bukan kesengajaan, karena kebanyakan penumpang GoJek membayar secara tunai.

Saya sendiri sebulan terakhir ini lebih senang memakai Gopay karena lebih irit dibandingkan dengan membayar tunai. Namun tidak bagi driver karena ongkos yang didapat lebih sedikit daripada yang membayar secara tunai,  walaupun sebagai kompensasi akan mendapat point tambahan sebesar 1/2 point.

Pembayaran dengan menggunakan Gopay sangat menguntungkan dan memudahkan bagi penumpang karena tak perlu repot menyediakan uang tunai begitu juga driver tak perlu menyiapkan uang kembalian. Untuk memberi tips uang kepada pengemudi juga ada pilihan di aplikasi kita mulai dari nilai terkecil Rp 2.500,-  Rp 5.000,- hingga Rp 10.000,-






Print out pembayaran Go Pay di ATM BCA

Akhirnya saya coba browsing di internet cari top up saldo Go-Pay di ATM BCA ternyata sangat mudah yakni sebagai berikut:
1. Anda harus punya aplikasi Gojek tentunya
2. Pergi ke ATM BCA
3. Masukkan kartu ATM dan no pin anda
4. Lalu pilih menu transfer
5. Pilih transfer ke rekening BCA virtual account
6. Masukkan kode 70001 (ini adalah kode no rekening virtual Go-Pay) lalu ikuti dengan nomer telepon yang anda daftarkan diaplikasi Gojek.
Sebagai contoh: 700010857656XXXXX
7. Masukkan nilai saldo Go-Pay yang hendak anda top up
8. Tekan YA
9. Akan muncul nama pemilik akun GoJek  sesuai dengan nomer telepon yang didaftarkan. Jika benar tekan YA
10. Kemudian coba cek di aplikasi Gojek anda apakah saldo Go-Pay anda telah bertambah atau tidak

Perlu anda ingat maksimal top up saldo Go-Pay di ATM BCA dan bank lainnya adalah sebesar 2 juta rupiah. Silahkan anda coba semoga bermanfaat.

Pesan Makanan Favorit Lewat Go-Food

Go-Food pada aplikasi Go-Jek

Sekedar pengen mencoba layanan Gojek yang satu ini tadi siang saya mencoba pesan makanan ringan yakni tahu kriuk yang letaknya tak jauh dari lokasi pemesanan yakni sekitar 3.6 km. Tak banyak menu pilihan makanan ringan yang bisa saya nikmati bersama teman teman sesama profesi di area industri dekat dengan pinggir pantai utara Semarang. Hawa sore di warung pojok pas tepi pantai membuat obrolan kami akan semakin asyik dengan ditemani makanan ringan. 

Melihat ada menu tahu kriuk dengan harga per porsi yang lumayan murah yakni tujuh ribu lima ratus rupiah akhirnya kita sepakat memesan menu tersebut sebanyak 3 porsi, padahal kita juga tidak tahu seporsi tahu kriuk itu berisi berapa potong tahu. Total yang harus kita bayar nanti secara tunai ke driver Gojek sebesar 29 ribu lima ratus rupiah dengan uang 7 ribu rupiah sebagai ongkos kirim Go-Food nya. 

Pilihan menu makanan pada Go-Food


Untuk lebih jelasnya lihat hasil tangkapan layar atau screenshot aplikasi Go-Food dari GoJek. Pilih menu atau makanan yang sobat kehendaki berdasarkan:
1. Tempat terdekat
2. Terlaris
3. Gratis antar
4. Baru minggu ini
5. 24 jam
6. Paket hemat
7. Menu sehat
8. Terfavorit
9. Promosi

Setelah ketemu dengan makanan yang anda cari tinggal klik saja tombol tambah dan pesan berapa porsi menu yang hendak dibeli.



Pada kolom dibawah terdapat catatan bagi driver GoJek barangkali anda ingin memesan menu makanan dengan tingkat pedas yang super atau bahkan tidak ingin pedas sama sekali. Setelah itu tekan tombol lanjutan untuk kemudian muncul total pembayaran dimana terdapat harga makanan yang anda pesan serta dibawahnya adalah ongkos kirim.

Setelah itu aplikasi Gojek anda akan mencari posisi driver terdekat dengan lokasi warung atau restoran yang menjual kuliner pesanan anda. Dan setelah mendapatkan drivernya anda akan dapat melihat proses dari antar pesan makanan anda,  mulai dari proses driver memesan makanan sampai proses mengirimkan dapat anda pantau dari GPS di aplikasi Gojek.


Jangan lupa kasih bintang ke driver

Dan tak lebih dari satu jam tahu kriuk pesanan pun diantar oleh driver Gojek. Jadilah sore itu penuh dengan keceriaan berkumpul bersama rekan rekan sejawat di warung kopi menikmati semilir angin pantai utara pulau Jawa. 

Hmm cara belanja yang mudah bukan,  makan enak tanpa perlu ke tempat makan langsung apalagi harus antri dan terkena macet. 

Jeruk Lokal dan Rasa Kebangsaan

Jerul lokal dengan rasa masam yang eksotis

Teringat akan kenangan masa lalu yang saya sangat indah, setiap awal bulan setelah gajian almarhum ayah tercinta selalu tak lupa membawa buah tangan yang seringkali berupa buah-buahan. Di tahun 90 an belum banyak buah impor yang masuk ke Indonesia. Buah Pir termasuk barang atau buah langka yang berharga mahal apalagi anggur hijau,  belum ada buah-buahan impor murah dari China dan Thailand yang mudah kita dapati seperti sekarang ini.  

Terkadang sebutir pepaya lokal ukuran besar belum lagi blewah atau semangka, jeruk dan kadang juga anggur hitam lokal asli Jember yang beliau bawa.  Ayah kami almarhum selalu menjelaskan bahwa buah buahan apapun itu bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena banyak mengandung vitamin. Maka dari itu buah buahan yang dibawanya pun tak pernah lebih dari 3 hari sudah licin tandas. Kami anak anaknya tak pernah pilih pilih buah apa yang menjadi kesenangan kita bertiga hanya saja kakak saya nomer dua yang agaknya kurang senang dengan buah buahan. 



Kembali ke masalah buah lokal, seperti jeruk lokal. Jeruk dengan dominasi warna hijau dan kadang agak semu kekuning kuningan. Jika kita kupas kulitnya sebagian rasa masam atau kecutnya akan menyebar kemana-mana. Lain halnya dengan buah jeruk impor yang bau kulitnya tidak begitu menyengat. 

Tidak hanya kulitnya kadang dan hampir kebanyakan jeruk lokal berasa masam atau kecut, kecuali jeruk Medan yang sekarang mulai susah didapat di pasaran kalaupun ada tentunya harganya mahal. Sebagai penggemar buah lokal saya lebih memilih jeruk lokal walaupun kadang berasa agak masam atau kecut ketimbang jeruk impor yang rasanya manis,  hal itu dikarenakan rasanya lebih murni dan eksotis menurut saya.

Jeruk impor walaupun berasa manis namun menurut saya rasanya flat atau datar mungkin karena pengaruh obat obatan dan pengawet makanan.  Namun untuk anak dan istri saya yang kurang suka dengan buah buahan mereka lebih memilih buah impor yang rasanya lebih manis. 

Sekedar berbagi pengalaman saja,  saya tiba tiba terkena flu dan pilek bersamaan dengan itu istri saya membeli buah jeruk lokal dengan kulit berwarna hijau,  tanpa menunda lama setelah makan saya konsumsi buah tersebut dua buah, dan tak lama kemudian bersin bersin saya lenyap, walaupun gejala flu lainnya masih hinggap.  Ya, paling tidak vitamin C dalam buah tersebut mampu memberikan daya tahan tubuh lebih saat kita terkena serangan penyakit. 

Terakhir dari saya,  Cintailah Produk Produk Indonesia......

Akhirnya Kesampaian Juga Makan di Warung Sagu Sambal Pencit

Warung makan SAGU di Prambon Krian, Sidoarjo

Teringat pertama kali melihat warung makan ini saat bus EKA yang saya naiki melintas didaerah Jombang tepatnya di kawasan yang akan menuju terminal Jombang ke arah Surabaya. 

Saat melintas terlihat warung makan tersebut ramai dikunjungi pelanggannya walaupun hari sudah larut malam.  Warung dengan tulisan SAGU besar dengan pola huruf yang agak aneh menurut saya, dan cat interior khasnya berwarna mayoritas kuning dan stripe hijau. Ternyata perkembangan warung makan ini mendapatkan respon yang cukup baik dari pecinta kuliner di Jawa Timur. Sama halnya dengan pesaing terdekatnya. 

Setelah mencicipi rasa pesaingnya yang menurut saya standard saja bahkan kalau dari segi rasa sudah pasti tidak akan melewati standard lidah saya hahahaha. 


Kali ini saya mencoba bersama keluarga makan di warung Sagu di daerah Prambon tepatnya sebelum pabrik gula Watoetulis sebelah kiri jalan ke arah Mojosari. Maklum saja sangat jarang saya bisa makan bersama dengan keluarga di warung makan karena ASPRI tercinta saya si "Upik Abu" akan sangat ketat mengontrol pengeluaran bulanan hahaaha. Tapi tak apalah sekali kali makan dan jajan diluar toh juga bisa dibuat sebagai bahan artikel di blog. 

Kebetulan pengunjung tidak terlalu ramai di siang hari yang bertepatan dengan hari libur itu,  menunggu agak lama Upik Abu mulai mengomel sedang si kecil tergolek lemas di karpet tempat meja lesehan. 

Sebagai gambaran dalam warung ini disediakan meja lesehan yang terdapat di sisi kanan dan kiri,  sedangkan meja makan duduk ada di tengah tengah ruangan. Bangunan warung lumayan tinggi atapnya sehingga tidak terlalu panas suhu ruangan. Dan cat ruangan didominasi warna kuning dengan stripe hijau.



Tak lama kemudian muncul pramusaji membawa minuman pesanan kita yakni dua es teh manis dan es jeruk.  Kali ini benar benar jeruk bukannya jeruk instan sachet tidak seperti di warung sebelah. 

Beberapa menit menunggu pengunjung lain mulai berdatangan,  Upik Abu mulai tak sabaran menunggu menu pesanan yang tak kunjung datang. Tak berapa lama kemudian eng i eng datanglah pramusaji membawa nampan berisi makanan pesanan kita,  nasi bebek bakar paket,  lele goreng paket dan ayam goreng kress.

Segera seperti kebiasaan sebelumnya makanan kita abadikan dulu dalam kamera dengan berbagai pose hahaha kemudian berdoa lalu sikat habis... Sulung saya Ulil seperti kebiasaan akhirnya lebih mencicipi lele goreng adiknya daripada ayam kress miliknya, untung adiknya tidak bawel dan merelakan sepotong lele miliknya.



Sambal pencit khas warung SAGU

Oh ya sebelumnya saya lupa, dalam setiap menu yang disajikan terdapat dua buah sambal yakni sambal merah dan sambal pencit atau mangga muda. Sambal merahnya terasa banget terasinya dan kelihatan bukan sambal mentah melainkan sambal yang sudah digoreng sebelumnya. Kedua sambal tersebut sama sama pedasnya namun lebih pedas sambal merah menurut saya. 

Beralih ke menu bebek goreng pesanan saya,  bagian dada yang saya pilih rupanya tidak banyak memberikan porsi daging yang bisa saya makan, potongannya saja yang besar namun sedikit sekali dagingnya,  dari tekstur dan rasa daging bebeknya kelihatan bahwa dagingnya telah dimasak dengan cara diungkep atau dikukus dengan menggunakan bumbu terlebih dahulu dengan menggunakan bumbu rujak bukan rujak ulek atau manis lho.  Gurih sekali rasanya dan meresap hingga ke tulang belulang si bebek.



Ayam goreng kress dan lele goreng warung SAGU

Tak salah kalau Warung ini bernama SaGu atau Sangat Gurihnya. Nasi atau beras yang digunakan pun lumayan punel dan enak sehingga membuat nafsu makan bertambah. Tak terasa porsi saya sudah habis lebih dahulu disusul Ulil, sedangkan Piki yang biasanya ogah ogahan makan jika diajak makan keluar rupanya menghabiskan satu potong lele kecil dan separuh porsi nasi,  dan di urutan keempat Upik Abu yang menghabiskan ayam kress dan saya beri potongan daging besar dada bebek milik saya.

Alhamdulillah semua makanan di piring kita licin tandas tak bersisa, kali ini wisata kuliner kita berhasil baik dalam hal rasa maupun harga xixixixi,  maklum saja tiga menu diatas ditambah satu gelas es jeruk tambahan dan sebungkus krupuk kita hanya membayar 62 ribu rupiah. 

Nah sobat,  pengen ngrasain makan aneka penyetan goreng dan bakar silahkan mencoba di warung makan sagu yang ada dekat daerah anda atau tatkala melintas di dekat daerah seperti Krian,  Mojosari, Jombang,  bypass Mojokerto. Makanan dengan harga murah namun rasa istimewa. 

Asyik dapat Hadiah dari Go Points GOJEK

Go Points dari aplikasi Go Jek

Bagi sobat para Gojek Lopers terutama yang menggunakan Go Pay dalam setiap transaksi anda layanan Gojek kini anda berkesempatan mendapatkan point yang bisa digunakan sebagai token untuk bermain di aplikasi Gojek. 

Permainannya sederhana hanyalah menggeser semacam rotating ball dimana terdapat angka angka didalamnya yang besarannya berbeda.  Angka-angka inilah yang nanti akan diakumulasikan dan bisa kita tukarkan dengan merchant atau hadiah yang telah disediakan dari pihak Gojek.

Asal muasal saya mengetahui adanya Go Points ini setelah saya menggunakan fasilitas Gopay dalam pembayaran jasa Go Ride. Satu demi satu token terkumpul, satu token bisa jadi didapat dari setiap satu transaksi, baik itu Go-ride, isi atau Top Up Go Pay,  dan layanan Gojek  lainnya. 


Permainan untuk mendapatkan Go Points

Setelah jumlah token terkumpul banyak anda bisa langsung menukarkannya dengan merchant atau hadiah yang bisa anda pilih sendiri berdasarkan jumlah point yang didapat tentunya. 

Saya sendiri sebelumnya mengincar hadiah berupa topi atau kaos Gojek namun sebelum point saya cukup terkumpul hadiah tersebut sudah tak ada lagi di daftar hadiah.  

Akhirnya saya tukarkan Go Points saya dengan voucher Go Car senilai 50 ribu rupiah untuk satu kali trip atau perjalanan dan voucher Go Ride senilai 25 ribu rupiah untuk sekali jalan juga. Hmmm.... kecewa sih karena tidak bisa mendapatkan barang hadiah incaran saya. 

Sekedar info saja,  hadiah yang bisa anda menangkan dari mengumpulkan token dan kemudian bermain untuk mendapatkan Go Points sangat beragam dengan hadiah utama sebuah MOGE alias motor gede dengan jumlah poin yang harus didapat adalah 450 ribu. Sedangkan ponsel canggih Apple beserta teman temannya bisa anda dapat dengan menukarkan poin di kisaran 50 ribu.

Nah,  tunggu apalagi sobat segera gunakan aplikasi GoJek sebanyak-banyaknya dan gunakan Go Pay untuk pembayarannya, dapatkan tokennya. Lalu main dan dapat dan kumpulkan pointnya untuk mengejar hadiah menarik.

Jumlah Unyeng Unyeng Di Kepala, Mitos atau Sebuah Kebetulan??

Unyeng unyeng dua di kepala
Saat saya masih kecil almarhum Ibu sering mengatakan dan bercerita mengenai anak yang memiliki dua buah unyeng unyeng di ubun ubun kepalanya. Beliau mengatakan bahwa apabila seorang anak terutama laki laki jika mempunyai dua buah unyeng unyeng di kepala maka anak tersebut akan "petakilan" alias banyak tingkah dan tidak bisa diam.

Saya hanya menyimpan dalam dalam perkataan Beliau tersebut hingga suatu saat "Upik Abu" tercinta melahirkan buah hati cinta kita berdua seorang bayi laki laki kurang lebih tiga tahun yang lalu. 

Saat masih kecil jagoan saya ini cenderung diam dan tak banyak tingkah, hingga usia satu setengah tahun tak banyak perkataan yang diucapkan, istri saya pun sempat khawatir kalau si kecil telat dalam berbicara.  

Piki "anak laki-laki saya"

Lepas dari itu saya luput mengamati bahwa "Piki" begitu kami memanggilnya ternyata memiliki unyeng unyeng berjumlah dua biji di kepalanya. Hingga menginjak usia dua tahun lebih barulah ketahuan, sedikit saja mendengar pembicaraan kami dia sudah bisa menirukan, tingkahnya kadang membuat istri kerepotan. 

Seakan tidak memiliki rasa capek dan lelah dia selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, selalu bosan dengan hal hal yang itu saja dan ingin mencoba hal yang baru yang bahkan kita tidak pernah memikirkannya. 

Saya selaku ayah tentunya punya rasa khawatir jikalau dia bermain yang membahayakan dirinya, makanya mata saya tidak pernah luput dari apa yang dilakukannya. 

Permainan yang kita belikan tak akan bisa bertahan lama paling dua hari saja dia sudah bosan, atau kalau tidak pasti sudah protol alias sudah tak berbentuk karena dipretelinya.  

Bagi saya itu kreatif namun yo kok keterlaluan hauahahah. Saya dan istri hanya saling mengingatkan dan menyabarkan diri,  memaklumi bahwa anak laki laki kita memang kreatif. 

Saat diajak pergi arisan PKK di perumahan dikala anak seusianya dipangku dan duduk manis dengan ibunya, lain halnya dengan  anak saya  malah nyemplung di kolam tetangga yang ketempatan. Istri saya hanya bisa mengelus dada,  dan beristigfar. 

Sekarang saya dan istri coba menyertakan Piki ikut Play Group walaupun didalamnya usianya masih terbilang sangat muda dibanding teman temannya.  

Istri yang mendampingi setiap harinya saat sekolah hanya bisa berkata. Bahwa dari dalam kelas nama anak saya lah yang sering dipanggil gurunya karena tidak bisa duduk diam dan sering berdiri diatas meja,  namun di sisi lain disaat temannya tidak ada yang berani maju ditunjuk untuk menyanyi anak saya dengan santainya maju ke depan dan menyanyi dengan lancar.

Aneh memang padahal di saat pelajaran kelihatan tidak memperhatikan namun dia bisa menghafal apa yang diajarkan gurunya.

Satu hal di rumah yang bisa membuat dia duduk tenang adalah melihat chanel You Tube di ponsel. Sebenarnya ini kebiasaan buruk namun apa daya saat kesulitan untuk menyuapi makan istri saya terpaksa memberi kesempatan dia untuk melihat chanel kesukaannya. 

Hmm saya berharap semoga kelak anak saya menjadi anak sholeh dan berbakti kepada kedua orangtua. Semoga mitos unyeng unyeng dua hanyalah sekedar mitos dan tidak memiliki pengaruh ke masa depan anak saya.  Amin. 

Pengalaman Naik Gojek dengan Driver Cewek- Cekidot Pren

Pengemudi Driver Gojek Cewek

Sekarang jamannya emansipasi, peran wanita telah merambah luas di hampir semua sisi kehidupan.  Begitu juga dengan wanita dan pekerjaan atau profesi yang digelutinya. Tak ada pekerjaan yang biasa laki-laki lakukan yang kini perempuan atau kaum hawa tidak bisa lakukan. 

Termasuk driver atau tukang ojek online yang kini sedang booming. Naik Gojek sudah menjadi rutinitas bagi saya saat menjalankan tugas di luar kota termasuk di kota Semarang seperti saat ini.  Moda transportasi ini saya pilih karena lebih cepat dan praktis menembus kemacetan yang sering terjadi di sekitar jalan Kaligawe Raya atau Genuk arah ke Demak. 

Beberapa puluh kali saya tidak beruntung mendapatkan kesempatan untuk dibonceng driver Gojek cewek. Namun dua hari yang lalu saya "beruntung" karena bookingan Gojek saya di pick up oleh driver cewek atau perempuan.

"Beruntung" karena saya bisa jadikan perjalanan kali ini sebuah artikel pendek tentang bagaimana sepak terjang wanita menjalani profesi sebagai pengojek. 

Bookingan saya pagi itu dari depan hotel Amaris jalan Pemuda Semarang ternyata diambil oleh seorang driver cewek bernama F.. Y setelah sempat menelpon dan menanyakan keberadaan saya tak berapa lama pun pengemudi gojek wanita dengan motor matiknya pun muncul dihadapan saya. Tanpa basa basi saya langsung naik dan sedikit "jaga jarak" xixixixi. Sebenarnya agak risih juga dalam hati mending saya yang boncengin Mbak huahahaa. 



Mungkin seperti sudah menjadi ciri khas pengemudi cewek seperti "Upik Abu" tercinta di rumah jika sedang mengemudi motor bawaannya tergesa-gesa dan kurang awas terhadap haluan.  Sedikit lihat ada celah masuk tanpa tengok spion lebih dahulu.  Saya yang sedikit jantungan memegang erat erat besi sadel dibelakang jok motor,  karena terkadang saat setelah berhenti tina tiba saja Mbaknya langsung tancap gas,  nek ra gocekan po ra tibo aku hahahaha.  

Melintasi jalan Kaligawe yang belum sembuh dilanda Rob, saya sempat berkata pelan ati ati Mbak banyak genangan air. Dia pun mengangguk pelan. 

Tak lama kemudian motor matik itupun belok kiri ke arah Kawasan Industri Terboyo II Semarang, saya ingatkan lagi ke Mbaknya, pabrik paling ujung sendiri ya dan hati hati ya banyak polisi tidur. Namun himbauan saya yabg terakhir agaknya tak diindahkan beberapa kali sepeda motor membentur keras tonjolan jalan di kawasan tersebut. Sesampai di pabrik tujuan saya,  tak lupa ucapa terimakasih dan sedikit tip untuk Mbak nya. 

Apapun itu dalam benak hati paling dalam saya benar benar terenyuh kepada mereka para wanita yang dengan ikhlas menjalani profesi atau pekerjaan yang dianggap "kurang layak" bagi kodratnya.  Ah kesampingkan itu dulu,  bekerja dengan hasil yang halal tentunya lebih bermakna di mata Tuhan Yang Maha Esa.  

Mau Tahu Pendapatan Driver Grabcar atau Taxi Online? Cekidot Pren

Rate Driver Grabcar
Taxi online atau berbasis aplikasi yang sekarang merebak di Indonesia memang menimbulkan banyak pro dan kontra. Bagi para pelanggan atau calon penumpang diuntungkan dengan adanya layanan transportasi tersebut karena murah dan memiliki kejelasan masalah tarif,  tanpa ada tawar menawar serta maaf argo "kuda" pada taxi konvensional.

Karena itu banyak orang yang memilih menjadi pengemudi atau driver taxi online seperti UBER,  GoCar atau Grabcar. Barusan saja saya naik Grabcar di kota Semarang dari depan RSI Sultan Agung dekat terminal Terboyo ke jalan Pemuda, dengan jarak tempuh sekitar 6 km dan tarif yang dikenakan sebesar 28 ribu rupiah.

Dari informasi yang saya dapat bahwa Grabcar membebankan tarif berdasar rush hour atau jam sibuk serta banyaknya pesanan jadi bisa saja tarifnya berbeda untuk saat tertentu padahal dengan jarak yang sama.

Sempat berbincang-bincang dengan si driver yang kelihatannya bukan orang biasa mobil yang dipakainya Honda BRV dan masih baru. Beliau mengatakan bahwa ini hanya sekedar kerja sambilan saja,  saya pun mahfum karena dari gestur dan cara bicara yang menyiratkan hal tersebut. 

Inilah sedikit percakapan yang bisa saya rumuskan menjadi bahan Berapa Penghasilan Driver Grabcar sekarang ini. Yang dia kejar adalah bonus harian yakni sebesar 300 ribu rupiah jika berhasil menyelesaikan 12 trip per hari.

Saya pun lantas bertanya,  gak berat Pak jumlah trip tersebut. Nggak mas jawabnya,  lha kalo pas kita dapatnya jarak dekat khan udah satu point. Dia mengatakan lebih enak mengejar jumlah point daripada jumlah tarif.  Untuk jarak dekat dia hanya bisa memperoleh hasil 8-12 ribu rupiah per trip. 

Maka bisa saya simpulkan sebagai berikut penghasilan Grabcar per hari jika dia mendapat 12 trip dengan asumsi order yang didapat berjarak dekat atau pendek:
12 trip x 10 ribu rupiah = 120 ribu rupiah  dan
Bonus atas 12 trip sebesar 300 ribu rupiah.
Total adalah 420 ribu rupiah.

Wow menggiurkan sekali penghasilan driver taxi online Grabcar, jika sebulan penuh dia natik dan selalu mendapat 12 trip maka total pendapatan per bulannya adalah 30x420 ribu rupiah = 12.6 juta rupiah

Sekali lagi jika driver tersebut sebulan penuh bekerja dan selalu mendapatkan 12 trip per harinya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda anda yang akan memutuskan untuk mencoba menjadi driver ojek online.

Toilet di Terminal Tirtonadi "Iki Toilet Model Opo"

Toilet Umum di Terminal Bus Tirtonadi

Baru dua hari yang lalu saya lalu lalang di terminal Tirtonadi Solo, terminal yang menjadi percontohan bagi terminal bis yang ada di Indonesia. Saya harus angkat jempol untuk terminal bus satu ini pembangunan terminal baru yang merupakan renovasi dari area lama mengembangkan sistem terminal terpadu dengan layanan maksimal kepada para penumpangnya.

Di saat awal pembukaan saya juga sempat merasakan ditarik karcis peron sebesar 500 rupiah namun akhirnya pajak atas penumpang bus tersebut ditiadakan menunggu keputusan resmi selanjutnya dari pemerintah kota Solo. 



Dulu terminal ini tak ada bedanya dengan terminal bus lainnya,  jorok, kumuh dan kurang terawat. Penumpang bus akan kehujanan saat menunggu bus saat libur panjang dan akhir pekan, maklum karena keterbatasan ruang tunggu karena banyaknya warung atau toko. 

Fasilitas umum lainnya juga memprihatinkan, musholla terletak di pojok terminal dengan toilet yang tidak gratis,  begitu juga toilet dekat ruang tunggu. Sebenarnya Gratis namun selalu ada saja "makhluk-makhluk penunggunya". Tentu saja lengkap dengan kotak kayu kumuh di depan pintu keluar toilet. 

Anda bisa bayangkan andaikata setiap orang sehabis dari toilet memberi seribu rupiah saja dengan asumsi pengunjung dalam sehari seribu orang maka kotak kumal tersebut bisa menampung satu juta rupiah seharinya,  dan tentu saja kita tak tahu kemana larinya uang "receh" tersebut. 

Kembali ke dua hari yang lalu, saat pagi hari sekitar jam 3 pagi bus Eka yang saya naiki merapat di terminal ini,  sambil menunggu adzan shubuh saya sempatkan buang hajat dulu di toilet,  tak ada yang aneh di toilet dekat pintu kedatangan penumpang ini. Tulisan GRATIS terpampang besar besar didepannya,  petugas kebersihan pun ramah menyambut penumpang bus. 

Saya sempatkan istirahat sejenak di bangku kayu panjang yang banyak tersedia di selasar terminal ini,  tas yang berisi baju saya jadikan bantal sedangkan tas ransel saya peluk erat erat karena isinya penuh dengan barang berharga hauahahha. Sempat tertidur selama sejam, pulas sekali karena dinginnya pendingin ruangan yang berada tak jauh dari kaki saya. Jam 4 pagi saya beringsut ke Masjid Al Mushafir yang berada di dalam terminal Tirtonadi untuk menghadap ke Ilahi sebentar.  


Situasi di dalam terminal Tirtonadi, bersih dan mewah

Next... malam harinya di hari yang sama saya putuskan untuk kembali lagi ke Surabaya. Terpaksa oper bus menggunakan bus Raya dari Terboyo akhirnya jam sembilan malam saya sampai lagi di terminal Tirtonadi, saya sempatkan untuk ke toilet terlebih dulu di dekat ruang tunggu untuk area terminal bus yang mengarah ke arah Timur yakni Sragen,  Ngawi,  Madiun dan Surabaya. 

Tanpa pikir panjang saya masuk ke dalam toilet namun langkah saya terhenti karena teguran petugas pembersih yang menegur saya untuk melepas alas kaki atau sepatu saya serta menitipkan tas kepadanya, begitu juga dengan penumpang lain setelah saya. Saya turuti apa maunya saya copot sepatu dan kaos kaki saya,  namun tas tetap saya bawa,  dia pun menegur lagi "Tasnya taruh sini aja Mas saja jaga" saya pun menjawab "Gpp Mas saya bawa aja tas saya". 

Berlanjut ke dalam toilet memang ada yang berbeda dengan toilet di area keberangkatan arah Yogyakarta dan Semarang,  nampak didalamnya ada alas lantai semacam karpet yang tidak menyerap air berwarna biru dekat dengan toilet berdiri dan wastafel sedangkan di depan ruang kamar mandi saya tak melihatnya. 

Agak risih karena saat kita buang air kecil tanpa alas kaki,  penumpang yang kencing di sebelah saya berujar "Aneh Pak ya? " saya bilang Iya Mas.  Kok ono toilet model ngene,  saya bilang.  Keluar dari toilet dia masih senyum senyum kecil melirik saya. Saya cuman berujar Risih ora Mas hehehe,  Iya Pak hehehee. 

Secara positif saya mungkin berpikir ke depan toilet di terminal ini mungkin akan dijadikan toilet kering dengan meminimalkan penggunaan air dan mengurangi tugas pembersihan. 

Namun wajar juga saya berpikiran negatif karena saya hafal betul dengan ulah ulah kreatif "oknum-oknum" nakal yang selalu bisa mencuri-curi kesempatan. 

Dengan "memaksa" pengunjung melepas alas kaki akan membuka kesempatan untuk menyediakan jasa penitipan sepatu atau sandal. Andaikata itu dibilang gratis ya gratis karena fasilitas terminal namun kadang kita merasa risih karena ada yang menunggu didepannya.

Saya hanya berharap kepada pemerintah kota Solo khususnya dinas terkait pengelola terminal Tirtonadi menyadari trik trik ulah oknum nakal ini,  jangan menjadikan terminal sebagai fasilitas umum tempat atau lumbung untuk mengeruk kepentingan pribadi apapun itu bentuk dan caranya baik secara kasar dan halus. Hilangkan budaya Pungli dimanapun itu berada.

Tumben tumbenan Naik Bus Eka Seperti Ini

Bus EKA berhenti di RM DUTA 1 Ngawi

Sepertinya petualangan saya belum berakhir untuk traveling dari kota ke kota cuman tentu saja ke kota yang sama dari tempat tinggal saya di Krian Sidoarjo. Malam ini lepas libur akhir pekan yang sedikit panjang karena adanya Hari Buruh atau May Day yang bertepatan dengan hari Senin saya hendak kembali lagi ke Semarang.

Daripada naik kereta yang beluk tentu kebagian tiket ditambah lagi dengan saya harus terlebih dahulu ke stasiun yang jaraknya kurang lebih 1.5 jam perjalanan menggunakan angkutan umum. Saya memang lebih memilih naik bus dari depan perumahan di daerah Bypass Krian Sidoarjo.

Saya yang membuat artikel mengenai jadwal keberangkatan bus Eka dari Surabaya sendiri tak hafal jadwal pastinya hehehe.  Saya putuskan untuk keluar dari rumah sekitar jam 9 malam diantar kedua anak saya serta upik abu tercinta.

Calon penumpang bus menunggu di bypass Krian malam hari

Lima menit menunggu di samping rumah makan warung apung Rahmawati tak ada bus yang kelihatan akhirnya saya beranjak ke arah minimarketnya yang baru berdiri dekat perempatan arah ke pasar Krian.

Tak berapa lama kelihatan dari kejauhan lampu tunggal ciri khas bis Eka namun sayang lalin berwarna hijau dan posisi bus berada di belakang bis Harapan Jaya sehingga lambaian saya terhalangi.

Beberapa menit lagi menunggu nampak dari kejauhan lampu banner kotak berwarna merah ciri khas Sugeng Rahayu Patas namun lagi lagi bus melaju cepat tanpa menghiraukan lambaian tangan saya.

Hampir 40 menit menunggu akhirnya bus Eka muncul kembali walaupun sudah pasti itu bukan tujuan Semarang karena dari jamnya sudah lewat dan bus belakang masih jauh waktunya. Benar saja ternyata itu bus jurusan Jogja Magelang.  Tak apalah walaupun nanti transit di Solo. Bus masih nampak kosong di bagian belakang, saya duduk dekat pintu keluar belakang barisan sopir.

Baru beranjak dari bypass Krian laju bus nampaknya cukup beringas saya sendiri tak sempat melirik juru kemudinya. Berbeda dengan perjalanan saya sebelumnya, si juru mudi kali ini terkesan agak kasar. Ngebut abis pancal gas dalam dalam. Namun satu hal istimewanya jarang injak rem mendadak.

Suasana dalam bus EKA Patas

Saya tak menghiraukan karena mata tak bisa kompromi,  walaupun tidur namun terasa tak nyaman karena rasanya seperti dibanting-banting saat melewati jalanan bergelombang bus tetap melaju kencang. Mungkin si sopir berpikir hanya ada dirinya dan kondektur didalamnya huahahaaha.

Jalanan macet di sekitar Wilangan Nganjuk pun dibabat habis dan gilanya bus akhirnya merapat di RM Duta Ngawi persis jam satu malam ini berarti hanya tiga jam saja waktu tempuhnya dari Krian ke Ngawi padahal biasanya sekitar 3.5-4 jam.

Lepas dari istirahat sekitar jam setengah 2 bus kembali menggila, jalanan Ngawi Solo dibabat habis, badan bus zig zag ke kanan kiri dengan kasar, hentakannya terasa benar di kursi yang saya duduki.  Ngantuk tak tertahankan mengalahkan goyangan-goyangan bus tersebut sesekali terdengar teriakan penumpang di saat bus berhenti mendadak atau hampir bersenggolan dengan kendaraan lain.

Saya tersadar ketika bus mulai memasuki Palur dimana satu persatu penumpang bus mulai turun.  Dan tepat jam tiga pagi bus merapat di terminal Tirtonadi Solo yang diklaim sebagai terminal terbaik di Indonesia. Baca ulasannya disini.

Artikel Unggulan

PENGHASILAN 100$ PERTAMA DARI PROPELLER ADS

Transfer Propellerads ke akun Paypal saya Sebagai seorang blogger tidak munafik bahwa tujuan saya adalah memonetisasi blog milik saya. ...

DMCA

DMCA